KEAGAMAAN

Lima Pesan MUI Menyambut Tahun Baru 1440 Hijriyah

MONITOR, Jakarta – Suhu panas mulai terasa di tahun politik. Masyarakat mulai banyak memainkan isu provokatif untuk saling menjatuhkan lawan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai sayap pemerintah, pun turut andil untuk mencegah ketidakharmonisan di tengah masyarakat.

Menjelang Tahun Baru 1440 Hijriyah, MUI pun memberikan imbauan kepada umat Islam di Indonesia. Waketum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, mengingatkan semua pihak khususnya elit politik agar menahan diri dalam mengekspresikan politiknya, termasuk dalam menyampaikan pernyataan pendapat.

Berikut ini imbauan Zainut, yang berhasil dilansir MONITOR:

Pertama, MUI menyerukan umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan keikhlasan. Zainut berharap umat Islam di Indonesia bisa menjaga suasana yang sejuk dan damai.

“Kami berharap semoga di tahun 1440 Hijriah ini, dapat meningkatkan amal kebajikan agar dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat manusia, bangsa dan negara,” kata Zainut, Senin (10/9).

Kedua, MUI menyeru kepada kaum Muslimin untuk mengembangkan sikap toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan bersikap adil (i’tidal) dalam menjalankan ajaran agama.

Hal ini, dikatakan Zainut, agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit dalam menjalankan ajaran agama, demi mewujudkan persaudaraan Islam dan persatuan umat.

MUI mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengembangkan wawasan kebhinnekaan sejati, menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati, mencintai dan menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah).

Ketiga, MUI menyerukan toleransi terhadap perbedaan pilihan. Menurut Zainut, tahun politik tidak harus diwarnai dengan saling menjelekkan dan memfitnah, menyebarkan hoax dan ujaran kebencian, karena hal tersebut selain tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat juga dapat menimbulkan gesekan dan retaknya bangunan kebangsaan kita.

“Jadikanlah perbedaan aspirasi politik sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah tetap terpelihara,” tuturnya.

Keempat, MUI mengingatkan kepada para penyelenggara negara, bahwa tujuan dibentuknya NKRI adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Menurut pandangan kami belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, kepada pemerintah harus lebih sungguh-sungguh bekerja dan berpihak kepada kepentingan rakyat kecil sehingga kesenjangan dan ketidakadilan dapat segera diatasi,” ujarnya.

Kelima, MUI mengajak kepada seluruh bangsa Indonesia agar menjadikan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah sebagai tahun kepedulian sosial terhadap sesama. MUI mengimbau kepada para dermawan, pengusaha baik BUMN maupun swasta untuk menggalang solidaritas nasional dalam rangka meringankan beban penderitaan korban di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Recent Posts

Rano Alfath: Reformasi Polri Harus Fokus Perbaikan Kultur, Bukan Struktur

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath menilai reformasi Polri…

3 jam yang lalu

Fakultas Syariah UID gandeng PA Depok Perkuat Link and Match Dunia Akademik-Peradilan

MONITOR, Depok - Fakultas Syariah Universitas Islam Depok (UID) menegaskan komitmennya dalam memperkuat link and…

4 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp170 Juta untuk Sarpras MAN 1 Langkat Pascabanjir

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama hari ini menyalurkan bantuan pascabanjir…

5 jam yang lalu

JPPI: Program MBG Berhasil Merusak Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - BGN mulai hari ini 8 Januari 2026 menjalankan kembali Program MBG secara…

8 jam yang lalu

Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Siap Digunakan di Ramadan 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memastikan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah siap digunakan…

8 jam yang lalu

Soal PT TPL, Prof Rokhmin: Kejaksaan dan KPK Dipersilakan Tindak Lanjuti

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, merespons desakan aktivis lingkungan…

9 jam yang lalu