Ilustrasi
MONITOR, Jakarta – Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (3/9) terhenti di level Rp14.689 per dolar AS, setelah pasar menantikan rilis data ekonomi domestik.
“Nilai tukar rupiah bergerak mendatar pada sesi awal perdagangan karena pelaku pasar mengantisipasi sentimen yang akan muncul, seperti data inflasi domestik pada periode Agustus,” kata Analis Senior CSA Research Institue, Reza Priyambada.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan angka laju inflasi periode Agustus pada hari ini. Diharapkan data itu masih terkendali sehingga tidak menambah kekhawatiran pelaku pasar uang di dalam negeri.
“Rupiah masih dibayangi sentimen negatif terutama dari eksternal sehingga terbuka potensi pelemahan,” katanya.
Sementara itu terpantau pergerakan rupiah pada pukul 09.45 WIB melemah 80 poin ke posisi Rp14.769 per dolar AS.
Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, mengatakan bahwa pagi ini sejumlah mata uang di kawasan Asia kompak dibuka melemah terhadap dolar AS, itu menjadi sentimen pelemahan rupiah.
“Tetapi kemungkinan Bank Indonesia akan menjaga kuat rupiah yang sudah melewati Rp14.700 per dolar AS sehingga tidak tembus level psikologis baru di atas Rp14.800 per dolar AS,” katanya.
MONITOR, JAKARTA - Indonesia menargetkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) maritim mencapai 15 persen dan…
MONITOR, Jakarta - Transformasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo…
MONITOR, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil…
MONITOR, Indramayu - Kelompok Tani (Poktan) Gentong Jaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatat…
MONITOR, Pati - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, menyalurkan bantuan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengajak Kementerian…