PARLEMEN

Pemerintah Indonesia Diminta Kawal Temuan PBB Atas Kasus Rohingya

MONITOR, Jakarta – Tim Pencari Fakta Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah membuka penyelidikan atas kasus kekerasan dan genosida terhadap etnis minoritas Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Penyelidikan yang dilakukan PBB sejak akhir tahun lalu berhasil mewawancarai sedikitnya 875 korban dan saksi mata di perbatasan Bangladesh dan beberapa negara lain.

Tak hanya itu, tim yang terdiri dari lima panelis independen itu juga ikut menganalisis dokumen, foto satelit, gambar, hingga rekaman video terkait krisis kemanusiaan itu. Bahkan, tim yang dipimpin oleh Marzuki Darusman itu telah menemukan bukti-bukti terjadinya kejahatan tersebut.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengapresiasi kerja tim pencari fakta PBB tersebut. Menurutnya, Indonesia harus mengawal proses penyelesaian kasus yang memakan banyak korban itu hingga selesai.

“Kami mengapresiasi kerja Misi Pencari Fakta (MPF) PBB di Myanmar. Tim ini telah menemukan bukti-bukti yang memberatkan, bahwa telah terjadi kasus genosida terhadap Rohingya di Myanmar. Temuan ini perlu segera diteruskan dan ditindaklanjuti agar memiliki ketetapan hukum secara internasional. Pemerintah Indonesia perlu terus mengawal ini secara konsisten sampai tuntas,” kata Sukamta kepada MONITOR, Rabu (29/8).

Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS itu meminta pemerintah Indonesia agar mendapatkan bahan-bahan secara utuh lalu membawa serta memperjuangkannya di Dewan Keamanan PBB untuk mendapatkan perhatian dan pembahasan secara adil dan proporsional.

“Pemerintah Indonesia harus kita memastikan bahwa Militer Myanmar dan semua yang terlibat dalam kejahatan besar ini segera diadili di Mahkamah Pidana Internasional. Agar para pelaku dijerat dengan hukuman yang setimpal serta dapat memberi efek jera bagi yang lain di seluruh dunia. Kita berharap proses menjadi negara demokratis secara utuh dapat segera terwujud di Myanmar,” ujar Sekretaris Fraksi PKS ini.

Recent Posts

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

8 jam yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

12 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

15 jam yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

17 jam yang lalu

Menteri UMKM: KUR Jadi Instrumen Perluasan Akses Modal Produktif UMKM

MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…

21 jam yang lalu

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

1 hari yang lalu