Ilustrasi : Nilai tukar rupiah menurun
MONITOR, Jakarta – Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi (27/8) bergerak melemah sebesar 25 poin menjadi Rp14.600, dibandingkan sebelumnya di Rp14.575 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan bahwa pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole yang optimistis terkait outlook perekonomian di AS menopang dolar AS.
“Powell melihat laju inflasi masih tetap pada target yang diinginkan oleh The Fed yaitu 2 persen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, The Fed juga menyatakan laju kenaikan suku bunga yang sudah dilakukan sejak Desember 2015 lalu tidak berubah, dengan catatan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap perekonomian Amerka Serikat.
“Untuk tahun 2018 sendiri sudah terjadi dua kali kenaikan suku bunga The Fed dan akan terjadi dua kali lagi. Kenaikan terdekat diprediksi pada 27 September mendatang,” katanya.
Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa mata uang kuat Asia, yakni yen Jepang dan dolar Hong Kong, bergerak melemah terhadap dolar AS, situasi itu menjadi sentimen pelemahan bagi rupiah.
“Tetapi, kemungkinan rupiah dapat menguat meski tipis di tengah tidak adanya sentimen negatif dari dalam negeri,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Aliansi Rakyat Mahasiswa Anak Daerah (ARMADA), Aris Tama, menyoroti fenomena…
MONITOR, Kulonprogo - Potensi wisata Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta terus menguat seiring dengan munculnya…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengistilahkan Indonesia sebagai "sekeping surga yang diturunkan…
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa arus lalu lintas…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di…
MONITOR, Jakarta - Kerukunan Umat Beragama sepanjang 2025 berjalan baik. Hal ini setidaknya bisa dilihat…