Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi salah satu figur yang layak dijadikan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) timses Jokowi-Ma’ruf Amien di Pilpres 2019. Sayangnya, belakangan isu tersebut kandas.
Hal ini dikuatkan adanya pernyataan Ketum PPP, Romahurmuziy, yang menyebut bahwa JK memilih untuk menjadi dewan penasihat di dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK).
Rommy, demikian sapaan Romahurmuziy, mengatakan JK tak ingin konsentrasinya dalm mengurus negara pecah karena Presiden petahana sedang bertarung.
“Pak JK sudah memilih untuk berada dalam posisi ketua dewan penasihat (wansihat) di TKN koalisi, karena beliau tidak ingin presiden dan wapres semuanya terambil konsentrasinya untuk pemenangan 2019,” kata Romahurmuziy, Jakarta, Rabu (22/8).
“Jadi beliau (Jusuf Kalla) lebih memilih konsentrasi tugas Wapres,” tambah pria yang akrab disapa Gus Rommy ini.
Rommy menyebut, hadirnya JK dalam koalisi tak ada indikasi untuk menggunakan fasilitas negara dalam berkampanye. Kata dia, tidak mungkin hal itu terjadi mengingat JK loyal dengan Jokowi.
“Sama sekali tidak. Pak JK kan sudah berkenan jadi ketua wansihat Jokowi-Ma’ruf Amin. Saya kira sama sekali bukan indikasi. Pak JK ada di TKN Jokowi-Ma’ruf tapi hanya sebagai ketua dewan penasihat,” tutupnya.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…
MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…
MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…
MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…