MEGAPOLITAN

LRT Gagal Beroperasi saat Asian Games Berlangsung

MONITOR, Jakarta – Rencana Pemprov DKI Jakarta mengoperasikan Light Rail Transit (LRT) saat pesta perhelatan Asian Games tak terbukti. Kritikan pun langsung bermuculan, salah satunya datang dari Koalisi Masyarakat Pemerhati Jakarta Baru (Katar).

“Saya melihat tugas controlling dewan dalam mengawasi proyek LRT tak jalan. Buktinya, LRT tak jadi beroperasi saat perhelatan Asian Games, dewan diam saja,” ujar Ketua Katar, Sugiyanto kepada MONITOR dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/8).

Menurut Sugiyanto, para wakil rakyat Jakarta saat ini lebih memilih memperbanyak kegiatan kunjungan kerja (kunker) keluar daerah ketimbang harus memperhatikan persoalan yang ada didaerahnya sendiri.

“Saya juga heran, setiap hari kamis dalam seminggu anggota dewan ini melalukan kunker ke luar daerah tapi hasilnya buat warga dan pembangunan Jakarta gak terlihat. Sementara ada hal yang tak beres diwilayahnya sendiri luput dari pantauanya,” paparnya.

Anggota Presidium Relawan Anies-Sandi (Prass) ini mengakui kalau kehadiran LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome itu dibangun bukan untuk dipergunakan oleh para atlet Asian Game. Tetapi sebagai sarana transportasi modern untuk menunjang kegiatan perhelatan pesta olah raga Asian Game.

Dengan mengunakan LRT masyarakat Jakata yang ingin menonton pertandingan balap sepeda dapat langsung ke Velodrome, dikarenakan stasiun LRT langsung terintergrasi dengan arena balap sepeda.

“Untuk apa bangun LRT Jakaratra rute Klapa Gading-Velodrome Rawa Manggun dengan biaya 5-6 Triliun kalau tidak bisa digunakan dan dinikmati warga Jakarta pada Asian Games. Coba bayangkan untuk jadi tuan rumah, Indonesia harus menunggu 56 tahun. Balikin saja duit Rakyat itu, naik ojek online, cuma  tujuh ribu perak (Rp.7.000,-). LRT itu bisa jadi kebangaan warga Jakarta dan juga gengsinya Ibu Kota. Melalui Asian Games, dunia kan bisa tahu dan liat kemajuan Jakarta sudah ada transportasi cangih LRT,” ujarnya.

Pria berkaca mata ini kembali menyayangkan sikap para wakil rakyat Jakarta yang terkesan masa bodoh akan persoalan ini.

Ditegaskan Sugiyanto, konsekuensi dari belum beroprasinya LRT harus segera disikapi cepat oleh DPRD Jakarta. Harus ada yang bertanggungjawab atas gagalnya LRT Jakarta dalam menunjang pesta Asian Game.

“Dewan harus segera memangil dirut LRT Jakarta dan PT. Jakpro setra SKPD terkait untuk meminta penjelasan tentang hal belum dapat beroprasinya LRT Jakarta pada pesta olah raga dunia Asin Game,” tegasnya.

Lanjut Sugiyanto, persoalan pembangunan LRT bukan terletak pada persoalan transportasi massal ini dibangun untuk atlet atau bukan.Tetapi menyakngut pengunaan uang rakyat yang harus tepat sasaran dan tepat guna.

“Sekali lagi, pangil semua yang terkait dirut LRT Jakarta, PT. Jakpro, Bapeda, Badan Aset Daerah, Asisten Ekonomi, dan lainnya. Bila perlu bentuk pansus LRT-Jakarta segera,” pungkasnya.

Recent Posts

DPR: Urus Sertipikat Tanah Mandiri Lebih Murah dan Tanpa Calo!

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mendorong masyarakat…

1 jam yang lalu

Isra Mikraj di Istiqlal, Menag dan Menteri LH Serukan Pesan Ekoteologi

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadirkan nuansa berbeda dalam Peringatan Isra Mikraj 1447…

3 jam yang lalu

Kunjungi NTB, Menhaj: Loyalitas Kita Hanya untuk Negara dan Jemaah

MONITOR, NTB - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan supervisi…

6 jam yang lalu

Isra Mi’raj Momentum Memperkuat Iman dan Amal Sosial

MONITOR - Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi ruang refleksi penting bagi…

6 jam yang lalu

Menteri Imipas: Kedaulatan Pangan Harus Dibarengi Masyarakat Sehat

MONITOR, Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memimpin langsung pelaksanaan layanan pemeriksaan…

8 jam yang lalu

Dorong Revolusi Digital, PMB PTKIN 2026 Bekali Guru BK Teknologi AI

MONITOR, Tulungagung - Era baru dunia pendidikan Islam di Indonesia resmi dimulai. Kementerian Agama (Kemenag)…

9 jam yang lalu