OLAHRAGA

Ini Profil Singkat Atlet Cantik Defia Rosmaniar

MONITOR, Jakarta – Medali emas pertama Asian Games 2018 akhirnya diraih Indonesia. Taekwondoin Defia Rosmaniar berhasil mengukir prestasi cemerlang itu.

Di final nomor Poomsae (seni) tunggal putri yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (19/8/2018), Defia sukses manaklukkan taekwondoin Iran, Marjan Salahshouri dengan angka 8.690-8.470.

Sebelumnya di babak semifinal, Defia sukses menumbangkan wakil dari Korea, yakni Jihye Yun. Dia menjadi satu-satunya taekwondoin Merah Putih yang lolos ke final di nomor Poomsae setelah tunggal putra serta beregu putra dan putri gagal menembus partai puncak.

Sebenarnya, kemampuan penguasaan poomsae Defia sudah terbukti dari hasil yang sangat memuaskan di Kejuaraan Asia Taekwondo yang diikutinya pada bulan Mei lalu di Vietnam.

Nah, buat kalian yang pengen tahu bagaimana siapa sebenarnya atlet cantik ini, yuk simak ulasan yang MONITOR rangkai berikut ini

Profil Defia Rosmaniar

Defia atau biasa dipanggil defi, adalah dara cantik kelahiran Bogor, Jawa Barat pada 25 Mei 1995 dan kini berusia 23 tahun. Ia mulai terjun ke dunia olahraga pada tahun 2007 saat SMP karena dorongan dari kakaknya.

Namun, siapa sangka rupanya dari sanalah perempuan cantik yang terkenal dengan gaya sporty dan santainya ini justru makin jatuh cinta dan serius menjadi atlet taekwondo.

Atlet cantik yang hobi mendengarkan musik tersebut merupakan mahasiswi Jurusan Pendidikan Kepelatihan di Universitas Negeri Jakarta.

Tak hanya itu Atlet yang memiliki tinggi badan 167 sentimeter dan berat badan 51 kilogram ini juga merupakan begining selebgram, di mana akun instagram resminya @defiarosmaniar sudah memiliki pengikut sekitar 13.400 orang.

Prestasi

Defia Rosmaniar (Foto: Asep Syaefudin)

Sebelum memberikan medali emas pertama bagi Indonesia di Asian Games 2018, Defia sudah mulai mengukir prestasi sejak tahun 2013 lalu.

Pada tahun 2013, Defia meraih medali perunggu nomor Women’s Team Poomsae di SEA Games 2013. 1 medali perunggu juga diraih Defia dari nomor Mixed Pair Poomsae.

Medali perunggu dari nomor Women’s Team Poomsae juga diraih Defia di SEA Games 2017. Di tahun 2017 lalu, Defia juga meraih dua gelar di Asian Indoor and Martial Arts Games 2017 Turkmenistan.

Defia meraih medali perak dari nomor Women’s Team Poomsae, dan medali perunggu dari nomor Women Individual Poomsae. Prestasi lain yang pernah diraih oleh Defia adalah 2 medali emas pada Austria Open Poomsae Vienna G1 Tournament 2017.

Selang tiga bulan, Defia Rosmaniar kembali mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi peraih medali emas pertama bagi negaranya di Asian Games 2018. Raihan medali emas ini menjadi yang pertama kali dari atlet Indonesia cabang olahraga Taekwondo di sepanjang sejarah Asian Games.

Recent Posts

Micin Bikin Bodoh Mitos atau Fakta? Bukti Ilmiah MSG Aman Dikonsumsi

MONITOR, Jakarta - Penyedap rasa adalah kunci kelezatan masakan. Dalam perdebatan kuliner modern, nama MSG…

34 detik yang lalu

Ekspor Perdana 2026, 8,3 ton Ikan asal Natuna tembus ke Hong Kong

MONITOR, Natuna - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kepulauan Riau mengawal ekspor perdana ikan…

2 jam yang lalu

Kemenperin Perluas Akses Kerja Penyandang Disabilitas di Industri

MONITOR, Jakarta - Pemerintah terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri manufaktur karena merupakan penggerak dan…

2 jam yang lalu

Diplomasi Al-Qur’an, Kemenag Gandeng 4 Lembaga Mesir di CIBF 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di…

4 jam yang lalu

Komisi XI DPR Evaluasi Pengendalian Inflasi Sumut Jelang Ramadan

MONITOR, Jakarta - Komisi XI DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Provinsi Sumatera…

5 jam yang lalu

Implementasi Human Capital Berbasis Teknologi Digital, Jasa Marga Raih Dua Penghargaan di IHCBA 2025

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan implementasi pengelolaan human capital berbasis teknologi…

6 jam yang lalu