PERTANIAN

Kementan Genjot Ekspor Benih Jagung Hibrida ke Srilangka

MONITOR, Kediri – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong ekspor produk pertanian. Setelah jagung menjadi primadona ekspor ke negara-negara tetangga, kini Indonesia juga bisa mengeskpor benih jagung hibrida sebanyak 20 ton ke Srilangka.

“Dulu kita impor, tapi sejak 2017 kita sudah tidak impor. Tahun ini kita dorong lebih besar,” papar Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto saat melepas ekspor benih jagung di Gudang Pabrik Jagung PT. BISI Internasional di Kediri pada Kamis (16/8).

“Pertama yang selama ini didengungkan oleh pemerintah, Kita menghasilkan devisa. Kedua, Kita menghemat devisa. Kalau dulu Kita impor membayar pakai mata uang asing, sekarang Kita dapat uang asing. Itu poin yang sangat penting. Ketiga, harga diri. Dulu Kita tukang impor atau beli. Sekarang melepas dan menghasilkan demi kedaulatan,” tambahnya.

Gatot mengharapkan ekspor benih jagung hibrida ke Srilanka dan Pakistan ditargetkan bisa terpenuhi total 500 ton tahun ini. Ini peluang yang sangat besar karena nilainya bisa mencapai USD 1,5 juta. Jika berhasil, tahun depan diharapkan bisa meningkat menjadi 1.000 ton senilai USD 3 juta.

Gatot juga menegaskan bahwa sebenarnya target ekspor benih jagung hibrida tidak terhingga. Karena itu ia berjanji akan mendorong dan akselerasi perusahaan lainnya untuk dapat melakukan ekspor. Dukungan pemerintah dalam memacu ekspor, khususnya ekspor benih, saat ini sangat besar, baik dalam pengurusan dokumen, kemudahan dalam proses sertifikasi, pembinaan mutu benih, hingga penerbitan ijin ekspor yang mudah dan cepat.

“Kami berharap, ke depannya pemerintah juga bisa menjalin kerjasama dengan negara-negara lain untuk semakin memperluas pasar ekspor benih dari Indonesia,” papar Gatot.

Jenis jagung hibrida yang diekspor merupakan varietas BISI-222 yang memang menjadi market leader di Indonesia. Selain punya produktivitas yang tinggi, varietas tersebut dikenal paling tahan terhadap kekeringan sehingga cukup diminati oleh petani. Karena berhasil menembus pasar ekspor, BISI-222 juga tentunya telah diterima dengan baik dan sesuai dengan iklim setempat. Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara, selain Thailand dan Australia, yang boleh melakukan ekspor benih jagung langsung ke Srilanka.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot secara langsung menyerahkan Ijin Ekspor dari Dirjen TP Kementan kepada Presdir PT. BISI Internasional, Tbk Jemmy Eka Putra. Penyerahan Sertifikat Phytosanitary (PC) diberikan oleh Kepala Balai Besar Karantina Pemberitaan (BBKP) Surabaya Musyaffak Fauzi, dan penyerahan Sertifikat Seed Analysis oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PSBTPH) Jawa Timur Satoto Berbudi. Ekspor perdana di 2018 disaksikan langsung oleh Bupati Kediri Hariayanti Sutrisno dan kelompok tani jagung setempat.

Recent Posts

Prof. Rokhmin: Swasembada Pangan Harus Mencakup Protein Hewani

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa swasembada pangan…

2 jam yang lalu

Menag Ajak Tokoh Masyarakat Sikapi Dinamika Sosial Secara Arif dan Dewasa

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak tokoh masyarakat dan umat beragama untuk menyikapi…

3 jam yang lalu

Jelang Imlek 2026, 40 Perusahaan Ikan Indonesia Siap Ekspor ke Tiongkok

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil meyakinkan General Administration of Customs of…

5 jam yang lalu

Sekjen Kemenag: Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa tata kelola dan…

6 jam yang lalu

Kerja Sama RI-Tiongkok, Program Kelas Industri Berhasil Luluskan SDM Berstandar Global

MONITOR, Jakarta - Dalam rangka mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus…

8 jam yang lalu

Harlah 100 Tahun, Menag Sebut NU Adalah Pesantren Besar Bagi Bangsa

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan “pesantren besar”…

14 jam yang lalu