POLITIK

Bawaslu Akan Panggil Sandi Klarifikasi Dugaan Mahar 500 M

MONITOR, Jakarta – Calon Wakil Presiden 2019 Sandiaga Uno telah mengklarifikasi isu mahar Rp500 miliar yang dialamatkan kepada dirinya. Sandi, begitu sapaannya, bahkan membantah dirinya memberikan uang tersebut kepada PAN dan PKS.

Kendati sudah memberikan klarifikasi, Sandi rupanya akan dipanggil oleh pihak Bawaslu RI. Komisioner Bawaslu Muhammad Afifudin mengatakan pihaknya mungkin akan memanggil Sandi untuk mengklarifikasi isu tersebut.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mempelajari sejumlah laporan tersebut agar nantinya melakukan penelusuran melalui pemanggilan pihak terlapor.

“Ini sedang dikaji apa pelanggarannya, apa yang kemudian bisa kita tindak lanjuti dari laporannya. Kalau ada laporan lebih gampang karena ada pihak-pihak terkait yang disebutkan,” kata Afifudin di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (15/8).

“Bisa (Sandiaga), semua pihak terkait yang disebutkan dalam laporan, kemudian kita akan menelusuri siapa saja yang akan kita panggil,” sambungya.

Menurutnya, saat ini Bawaslu tengah mengkaji pelanggaran yang dilakukan pihak terlapor. Jika terbukti berasalah, maka partai politik pengusung calon dapat dikenai Pasal 228 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu.

“Itu di pilkada. Pasal 228 itu dilarang menerima imbalan, sanksinya dilarang mengusung calon pada periode berikutnya, Yang menerima imbalan itu harus diputuskan dengan putusan pengadilan tak bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden pada pemilu berikutnya,” imbuhnya.

Meski begitu, ia mengakui dirinya belum mengetahui lebih jauh terkait dengan laporan dan sejumlah bukti yang masuk kepada pihak Bawaslu. Sehingga ia tak ingin bersepekulasi lebih jauh terkait laporan dari dua ormas tersebut.

“Saya gak ikut terima ya, jadi gak tau ada bukti apa gak. Tapi yang pasti pelapor pertama itu keberatan untuk ngasih KTP, sedangkan (pelapor) yang kedua enggak keberatan. Kalau enggak kasih KTP kan kita gak bisa proses. Apakah yang pertama sudah mau (kasih KTP), saya gak tahu,” bebernya.

Seperti diketahui sebelumnya, dua ormas, Federasi Indonesia Bersatu dan Rumah Relawan Nusantara The President Centre Jokowi-Ma’ruf Amin, melaporkan dugaan kasus mahar politik yang dilakukan bakal cawapres Sandiaga Uno.

Recent Posts

Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol untuk Tingkatkan Kelancaran, Keamanan dan Kenyamanan Perjalanan

MONITOR, Jakarta - Mengantisipasi lonjakan pengguna jalan pada periode libur sekolah, PT Jasa Marga (Persero)…

6 jam yang lalu

Empat Kali Penyelundupan Narkoba Digagalkan, Legislator Minta APH Bongkar Sindikat di Lapas

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyoroti upaya petugas yang berhasil menggagalkan…

7 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur

MONITOR, Balikpapan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong perluasan pasar bagi…

7 jam yang lalu

Tutup MagangHub Batch III, Menaker Ajak Peserta Ikuti Sertifikasi Kompetensi untuk Perkuat Daya Saing

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Batch III untuk…

7 jam yang lalu

Waka DPR Cucun Apresiasi Haji 2026 di Hadapan Prabowo, Beri Masukan Timwas ke Pemerintah

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Ibadah…

9 jam yang lalu

Legalitas dan Standardisasi Perkuat Fondasi Layanan SAPA UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperkuat ekosistem usaha yang…

11 jam yang lalu