Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (foto : Rangga / MONITOR)
MONITOR, Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan PKS terkait proses pemecatan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Atas putusan tersebut, Fahri menyampaikan rasa terimakasih kepada berbagai pihak yang masih mendukungnya hingga saat ini.
“Tentu berterimakasih kepada masyarakat kepada kader yang sampai sekarang masih bersama saya mengirimkan doa,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/8).
Tak hanya itu, Fahri juga mengaku mendapat banyak pesan Whatsapp (WA) dari kader PKS yang mendukungnya. Dalam pesan tersebut, dikatakan oleh Fahri, kader tersebut mendoakan agar pimpinan PKS segera sadar.
“Tadi saya mendapatkan banyak sekali WA dan pesan dari kader, yang sederhananya ngomong ‘semoga pimpinan kita segera sadar’, umumnya (isi pesan dari para kader) bilang begitu,” ungkapnya.
“Karena teman-teman di bawah sesungguhnya mengetahui ada kesalahan pimpinan yang tidak mau diakui,” imbuh Fahri.
Lebih lanjut, ia berharap agar PKS dapat menjalankan putusan MA tersebut. Pasalnya, ia mengungkapkan, putusan pengadilan negeri bersifat wajib untuk dijalankan.
“Tentu ditolaknya kasasi dari pimpinan PKS itu berakibat pada kewajiban para tergugat ini untuk menjalankan keseluruhan putusan yang ada di pengadilan negeri,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengusulkan perubahan komposisi pembiayaan dalam Biaya…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendukung investigasi total dugaan korupsi pemenuhan…
MONITOR, Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus meningkatkan produktivitas, memperkuat pelindungan pekerja, dan meningkatkan…
MONITOR, Jakarta - Indonesia akan membawa kekuatan industri agro dan pengolahan pangan ke panggung internasional…