MITRA

Pengamat Apresiasi Operasi Pasar Telur Kementan

MONITOR, Jakarta – Terhitung sejak dimulainya operasi pasar telur murah yang digelar Kementerian Pertanian(Kementan) sebanyak 100 ton di 50 titik Jabodetabek, harga telur di sejumlah pasar saat ini mengalami penurunan. Operasi pasar telur telah diluncurkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada hari Jumat tanggal 20 Juli 2018.

Dari hasil pantauan, di antaranya harga telur turun di pasar Kebayoran Lama dari Rp 29 ribu menjadi Rp 27 ribu per kh dan beberapa pasar tradisional di Depok (Pasar Kemiri Muka, Pasar Agung, Pasar Sukatani, Pasar Cisalak) dari Rp 30 ribu menjadi Rp 28 ribu per kg.

Begitu pun di sejumlah pasar tradisional Jakarta Barat, harga telur ayam turun Rp 1.000 per kg sehingga kini menjadi Rp 27 ribu per kg dibanding sebelum digelarnya OP. Penurunan harga ini disebabkan karena pasokan telur masuk ke pasar cukup banyak dan harga di tingkat peternak turun sehingga pengepul pun ikut menurunkan harga.

Terkait hal ini, kalangan pengusaha retail menyambut positif langkah Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar operasi pasar (OP). Karena para pengusaha retail makanan, sangat bergantung dengan harga telur yang belakangan sedang naik di pasaran. Sehingga bila tidak segera dilakukan upaya stabilisasi, akan memengaruhi biaya produksi dan ini sangat memberatkan.

“Bagus, Pemerintah melakukan tugasnya untuk mengendalikan harga bahan pangan pokok di pasar”, ujar Santoso, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemasok Pasar Modern Indonesia.

Menurut Santoso dalam kondisi seperti ini operasi pasar adalah langkah yang tepat. Karena berdasarkan data Kementerian Pertanian tidak ada masalah dengan stok telur.

“Berarti masalah ada di jalur distribusi, harus dibenahi. Mungkin di lapangan ada yang ngerjain, mungkin juga ada mafia kita nggak tahu,” sambung Santoso.

Senada dengan hal ini, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso mengungkapkan saat ini harga telur di tingkat peternak sudah menurun. Kenaikan harga telur tidak serta merta membuat peternak tradisional untung karena peternak dibebankan pada pengeluaran yang cukup tinggi akibat kegagalan produksi.

“Sekarang harga telur ditingkat peternak telah turun. Kemarin itu di tingkat peternak bisa sampai Rp25 ribu per kg. Tapi sekarang sudah turun antara Rp 21 ribu hingga Rp22 ribu per kg,” kata Yudianto.

Ambil langkah Strategis Setelah OP

Dugaan adanya persoalan di jalur distribusi, juga dikemukakan Pengamat Ekonomi Daerah Univ. Islam Negeri (UIN) Jakarta, Pheni Chalid Ph D. Menurut Pheni OP sebagai langkah politis taktis sudah tepat untuk meredam pasar.

“Sudah tepat, Pemerintah menunjukkan merespon, perlu intervensi dengan operasi pasar,” kata Pheni.

Karena itu, Phenin menduga ada praktik spekulasi untuk menaikkan harga. Hal ini mengingat telur adalah kebutuhan pangan strategis.

“Semua orang kan butuh telur, sangat dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Harus ditelusuri di mana masalahnya,” terangnya.

“Lakukan fungsi intelijen untuk pemantauan. Terganjal di mana. Berapa truk yang biasa masuk, sekarang berapa. Dengan begitu akan mudah teridentifikasi, kemudian bisa diambil langkah-langkah strategis berikutnya,” pintanya.

Recent Posts

Buka ICLJ 2026, Menko Yusril: Hukum Harus Hadir Melindungi Kelompok Rentan

MONITOR, Malang - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof.…

42 menit yang lalu

Sambut PM India Bersama Presiden Prabowo di DPR, Puan Bicara Soal Diplomasi Parlemen Hingga Jembatan Budaya

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut hangat kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM)…

1 jam yang lalu

Dosen UIN Jakarta: UU Pesantren Tegaskan Rekognisi Negara

MONITOR, Malang - Kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi tonggak penting dalam…

4 jam yang lalu

TPA di Tangerang Terbakar, DPR Tekankan Pentingnya Sistem Ketahanan Kesehatan Dampak Risiko Lingkungan

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti dampak kesehatan akibat…

5 jam yang lalu

Wamenaker: Kepercayaan Publik Dibangun Melalui Pelayanan yang Cepat dan Transparan

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak dibangun…

8 jam yang lalu

FORMA PMII Sulteng Gelar Diskusi Publik HUT Bhayangkara ke-80, Bahas Transformasi Pelayanan Polri

MONITOR, Palu – Forum Muda Alumni (FORMA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah menggelar…

10 jam yang lalu