NASIONAL

Hasto Tegaskan Semua Caleg PDIP Bebas dari Perkara Hukum

MONITOR, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memastikan bakal calon legislatif (Bacaleg) yang didaftarkan di KPU RI bebas dari jerat kasus korupsi dan perkara hukum lainnya. Hal ini diungkapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai mendampingi penyerahan berkas bacaleg hari ini, Selasa (17/7).

Tak hanya itu, ia juga mengklaim pihaknya mencalonkan sejumlah orang-orang yang berkualitas dan berintegritas. Hasto mencontohkan, partainya menolak beberapa calon yang tengah tersandung kasus hukum di daerah.

“Kami tidak ingin mencalonkan calon yang punya persoalan hukum. di Sumatera Utara ada beberapa calon anggota legislatif yang sedang mendalami proses pemeriksaan atas kasus hukum. Maka DPP mengambil keputusan untuk tidak mencalonkan yang bersangkutan,” kata Hasto di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).

Penolakan itu, dikatakan Hasto, sebagai bentuk ketegasan dan tanggung jawab PDIP untuk menjaring seluruh calon yang rekam jejaknya bagus dan betul-betul dipersiapkan. Tak hanya itu, Hasto juga mengatakan, pihaknya telah mendaftarkan 575 caleg DPR dari 80 Daerah Pemilihan. Termasuk 30 persen lebih kuota perempuan.

“Dari secara keseluruhan. Total calon anggota legislatif perempuan adalah 37,46 persen,” ujar politikus kelahiran Yogyakarta ini.

Lebih dari itu, Hasto membeberkan, kalau pihaknya juga menjaring sejumlah artis atau pekerja seni serta menteri atau pejabat kabinet, untuk dicalonkan sebagai anggota legislatif di DPR RI pada Pemilu 2019.

“Mereka yang punya perhatian besar terhadap kesehatan, pendirian Pancasila di kawasan perbatasan, akademisi, para artis dan tokoh kebudayaan kami calonkan,” tukasnya.

Adapun sederet nama publik figur, yang dicalonkan PDIP seperti penyanyi Krisdayanti, musisi band Radja, Ian Kasela, selebritis Jeffry Waworuntu, musisi Harvey Malaiholo dan Lita Zein, Kirana Larasati, Chicha Koeswoyo, Iis Sugianto, Angel Karamoy dan lain-lain. Tak hanya itu sederet nama pejabat elektoral seperti menteri dan pejabat kabinet, salah satunya adalah Staff Khusus Presiden Jokowi bidang Komunikasi yang juga mantan Pelaksana tugas Pimpinan KPK Johan Budi.

Recent Posts

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

4 jam yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

4 jam yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

11 jam yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

14 jam yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

21 jam yang lalu

Momentum Muktamar NU ke-35, HEBITREN Buka Jalan Investasi Peternakan Berbasis Pesantren

MONITOR, JOMBANG - Momentum Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,…

21 jam yang lalu