HUMANIORA

Ini Alasan Jokowi Ajak Presiden Bank Dunia Blusukan di Bogor

MONITOR, Bogor – Di tengah sorotan publik mengenai utang pemerintah Indonesia ke Bank Dunia sebesar 300 juta dolar AS, Presiden Joko Widodo tampak santai mengajak Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, blusukan di desa Tangkil, Caringin, kabupaten Bogor, kemarin Rabu siang (4/7).

Dalam kunjungan itu, keduanya mengamati langsung upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalah kurang gizi anak atau stunting yang selama ini menjadi masalah kelangsungan hidup anak-anak Indonesia. Lantas apa alasan Jokowi mengajak serta Presiden Bank Dunia dalam kunjungannya itu?

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, Bank Dunia merupakan lembaga yang memiliki segudang pengalaman dalam menangani permasalah di berbagai penjuru negara. Maka tak heran, jika Jokowi mengajak Jim Yong Kim.

“Mengapa bersama Presiden Bank Dunia? Karena lembaga ini memiliki pengalaman yang banyak dan panjang di negara-negara lain,” jelas Jokowi dalam laman resminya.

Jokowi mengatakan, program pengurangan kekerdilan atau stunting telah dilakukan dengan pemberian makanan tambahan dan kampanye-kampanye lewat Posyandu. Namun, ia juga menekankan, upaya-upaya tersebut tidaklah cukup apabila tidak didukung dengan tindakan lain.

“Sejumlah upaya lain yang kini dipertimbangkan oleh pemerintah antara lain dengan pemanfaatan teknologi terkini dan merangkul sektor swasta,” papar Jokowi.

Kunjungan tersebut dikatakan Jokowi sebagai solusi. Melihat permasalahan stunting di Indonesia, ia berharap Bank Dunia mampu memberikan jalan terbaik untuk masalah tersebut.

“Saya berharap, masalah gangguan pertumbuhan pada anak (stunting) ini bisa kita diskusikan jalan keluarnya bersama Bank Dunia,” tukas Jokowi.

Diketahui, pada kunjungan itu keduanya mengunjungi berbagai kegiatan posyandu, agenda pemberian makanan berbahan dasar lokal, penyuluhan untuk ibu hamil dan terakhir pendidikan anak usia dini (PAUD).

Tampak hadir dalam agenda tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Recent Posts

Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Sila Unduh di Smart PAI

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerbitkan 39 buku teks utama PAI dan Budi Pekerti untuk jenjang…

4 jam yang lalu

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

MONITOR, Kendari – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

6 jam yang lalu

Ojol Jadi Pilihan Seorang Ayah Tunggal Cari Nafkah Sambil Asuh Anak

MONITOR, Kolaka – Menjalani peran sebagai orang tua tunggal bukan perkara mudah. Hal itu dirasakan Tri…

20 jam yang lalu

Kemnaker Perkuat Ekosistem K3 untuk Tingkatkan Pelindungan Pekerja

MONITOR, Makassar — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional sebagai…

22 jam yang lalu

Warga Boleh Bela Diri dari Begal, DPR: Tetap Prioritaskan Keselamatan dan Hindari Main Hakim Sendiri

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti pernyataan Polda Jawa Barat…

23 jam yang lalu

Deposit Judol Nominal Kecil Bisa Sasar Anak-anak, Legislator Minta Putus Aliran Dana Pelaku Judi Online

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR, Junico Siahaan menyoroti perubahan pola transaksi dalam aktivitas…

1 hari yang lalu