BERITA

Pasca Lebaran, Sandi Bakal Rombak Jabatan Besar-besaran

MONITOR, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengatakan, rencana Pemprov DKI melakukan rombak jabatan besar-besaran akan dilakukan paska lebaran mendatang. Sandi pun menyebut pencopotan tiga pejabat eselon dua yang dilakukan Jumat (8/6) lalu, sebenarnya tidak mendadak karena sudah direncanakan sebelumnya.

Sandi menjelaskan, pencopotan jabatan kepala SKPD terhadap Indrastuty dari BPPBJ, Tedy Agustino dari Dinas Perumahan, dan Sopan Andrianto dari Dinas Pendidikan, sudah direncanakan cukup lama.

“Pak Gubernur sudah menunjukkan ketegasannya untuk melengserkan pejabat yang kinerjanya kurang bagus. Sebentar lagi pencopotan jabatan akan diikuti lebih banyak lagi,” ujar Sandi pada acara silaturahmi dan buka bersama di kantor Sekretaris Bersama (Sekber) Gerindra-PKS-PAN di Jl Amir Hamzah, Pegangsaan, Menteng, Jakpus, Minggu (10/6).

Pada kesempatan ini, Sandi pun menyinggung soal kasus Sumber Waras, orang kedua di Jakarta ini menjelaskan, bahwa kasus pembelian lahan milik yayasan RS Sumber Waras, Grogol, dan lahan di Cengkareng mulai diproses secara hukum.

“Ternyata dua kasus pembelian lahan bermasalah ini nilainya cukup besar, hampir Rp 1,3 triliun. Sedangkan kasus pengadaan pohon imitasi yang cuma Rp 600 juta saja banyak disoroti, apalagi kasus Sumber Waras dan lahan di Cengkareng, harus diusut tuntas,” tandasnya pada acara yang dihadiri puluhan tokoh aktivis LSM dan wartawan.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Sekber M. Taufik mengatakan, pergantian tiga pejabat di lingkungan Pemprov DKI beberapa hari lalu terlalu sedikit.

“Mestinya ada sekitar 80 persen dari 43 SKPD dan puluhan pejabat eselon dua dan satu yang harus diganti, karena sebagian besar kinerjanya memble,” kata Taufik yang juga ketua DPD Gerindra DKI Jakarta.

Ia mengingatkan kepada Sandi jika SKPD kendor tak segera diperbaiki akan merusak tatanan pemerintahan Anies-Sandi. Menurutnya pemerintahan Anies sudah mulai menunjukkan perbaikan pengelolaan keuangan.

“Hal itu dibuktikan keberhasilan Pemprov DKI mendapat opini tertinggi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mana selama empat sebelumnya tak pernah dapat opini tertinggi dari auditor negara,” jelas Taufik yang juga Wakil Ketua DPRD DKI.

“DKI juga telah menunjukkan perbaikan kelola keuangan dengan skema 60 belanja langsung dan 40 persen belanja tak langsung. Kalau sebelumnya 60 persen untuk gaji PNS dan 40 persen untuk belanja langsung,” tambahnya.

Taufik juga meminta Sandi untuk komit menghadiri forum silaturahmi bersama aktivis LSM dan wartawan seperti saat ini.

“Setidaknya diagendakan tiga atau dua bulan sekali untuk bertukar informasi dengan tokoh LSM demi percepatan pembangunan pemerintahan Anies-Sandi,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

7 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

8 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

17 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

20 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

20 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

21 jam yang lalu