DAERAH

Walhi Jabar Sebut Ridwan Kamil Gagal Benahi Lingkungan

MONITOR, Bandung – Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan mengatakan, ketersediaan air bersih merupakan salah satu persoalan yang belum diselesaikan Pemerintah Kota Bandung hingga saat ini. Menurutnya, ketersediaan air bersih ini masih bergantung pada wilayah lain.

“Air bawah tanah di Kota Bandung sendiri itu semakin kritis. Penyediaan air bersih Kota Bandung juga sangat ditunjang oleh keberadaan Situ Cileunca dan sumber-sumber air yang bukan berasal dari kota bandung,” ucapnya saat dihubungi lewat telefon, Selasa (5/6).

Dadan menuturkan, Bandung juga memiliki masalah dengan sampah dan kualitas udara. Ruang terbuka hijau pun masih belum memenuhi mandat dari Undang-Undang sebanyak 30 persen. Menurut Dadan, RTH akan sulit bertambah selama alih fungsi lahan resapan semakin terus berlangsung.

“RTH masih sedikit. Itu yang kemudian menjadi problem Kota Bandung hingga sekarang,” pungkasnya.

Tak hanya itu, kerusakan dan pencemaran lingkungan, kata dia, semakin meningkat. Hal itu, katanya, tercermin dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Bandung yang meliputi indeks pencemaran air, udara dan tutupan hutan yang terpantau menurun.

Kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup, lanjut Dadan, telah memberikan kontribusi pada bencana lingkungan hidup yang setiap tahun cenderung meningkat.

“Selama tiga tahun terakhir, jumlah kejadian bencana mencapai 2.671 kejadian, dengan 256 orang meninggal dunia,” kata dia.

Dadan juga menyebut banjir bandang di Jatihandap beberapa waktu lalu terjadi bukan hanya akibat hujan deras, tetapi akibat alih fungsi lahan di Kawasan Bandung Utara (KBU).

“KBU itu sudah beralih fungsi betul, bukan lagi kawasan resapan tetapi semuanya sudah jadi hutan beton disana. Berpengaruh sekali terhadap banjir waktu itu,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Dadan, pemerintah Bandung lemah soal penegakan hukum (law enforcement) atas eksploitasi alih fungsi lahan di Kawasan Bandung Utara (KBU) oleh pengembang yang menjadi akar penyebab terjadinya banjir bandang di Bandung.

Untuk itu, bertepatan hari ini 5 Juni adalah Hari Lingkungan Hidup, Walhi menghimbau kepada warga Jabar untuk jangan salah pilih dalam pilgub Jabar mendatang. Pilihlah calon Gubernur yang punya komitmen untuk membenahi lingkungan hidup.

Direktur Walhi itu juga menambahkan, dalam konteks lingkungan, Ridwan Kamil gagal melakukan pembenahan.

“Dia kan sering bilang 2017 bebas banjir, 2018 bebas banjir, faktanya kan gak. Banjir masih terus terjadi,” tegasnya.

Pilgub Jabar 2018 akan diikuti empat pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Pasangan nomor urut 1 adalah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, pasangan nomor urut 2 adalah TB Hasanuddin-Anton Charliyan, pasangan nomor urut 3 adalah Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan pasangan nomor urut 4 adalah Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Recent Posts

Pertamina Pastikan Besok 1 April 2026 Tidak ada Kenaikan Harga BBM

MONITOR, Jakarta – Pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU…

1 jam yang lalu

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Didesak Tunda Pengiriman Pasukan ke Gaza

MONITOR, Jakarta – Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan memicu keprihatinan nasional.…

1 jam yang lalu

Menteri PU Apresiasi Peran Jasa Marga Layani Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi terhadap peran PT…

4 jam yang lalu

Indonesia Diminta Bersiap Hadapi Krisis Energi Imbas Perang Israel-AS VS Iran

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri…

8 jam yang lalu

DPR Minta Pemerintah Desak PBB Lakukan Investigasi atas Tewasnya Prajurit TNI di Lebanon

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan dukungan penuh terhadap langkah…

10 jam yang lalu

Komdigi Panggil Paksa Meta dan Google, Berikan Teguran Keras Terkait PP TUNAS

MONITOR, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, memberikan pernyataan tegas terkait implementasi…

12 jam yang lalu