NASIONAL

Survei IDM, Elektabilitas Prabowo Jauh Ungguli Jokowi

MONITOR, Jakarta – Tingkat elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin melesat mengalahkan petahana Joko Widodo. Fakta ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM) terkait ukuran tingkat keterpilihan atau elektabilitas figur yang digadang maju di Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif IDM, Bin Firman Tresnadi mengatakan, survei ini dilakukan pada tanggal 28 April hingga 18 Mei 2018. Jika dilempar pertanyaan terbuka, mayoritas responden tertarik untuk memilih Prabowo dibandingkan Jokowi.

“Pertanyaan terbuka, jika Pemilu 2019 diselenggarakan hari ini, siapa dari dua nama ini yang akan dipilih menjadi presiden. Prabowo Subianto 50,1 persen, dan Joko Widodo 29,8 persen dan 20,1 persen responden tidak menjawab,” kata Firman, di Jakarta, Jumat (25/5).

Begitu halnya ketika responden diberikan pertanyaan secara tertutup, elektabilitas Prabowo pun semakin moncer.

“Responden memilih Prabowo Subianto sebanyak 52,9 persen, Joko Widodo 31,2 persen, dan tidak memilih 15,9 persen,” beber dia.

Dikatakan Firman, dengan modal perolehan suara pada Pilpres 2014 sebesar 62.576.444, Prabowo dianggap mampu menjaga konstituennya. Adapun konsistensi mantan Danjen Kopasus yang berada di luar pemerintahan Jokowi (oposisi) dan keteguhannya memperjuangkan kepentingan rakyat menjadi modal utamanya.

Selain itu, sambung dia, publik menilai sikap Prabowo memiliki jiwa kenegarawanan yang ditunjukannya dalam meredam ketegangan dalam kasus Ahok, atau aksi 212 yang justru menuai banyak simpatik.

“Begitu juga dengan kemunculan tagar ganti presiden dan menguatnya politik identitas semakin menguntungkan Prabowo. Perkiraan jumlah DPT yang bertambah pada 2019, dari 133.574.277 menjadi 196.545.636 jiwa akan menjadi ladang tambahan suara bagi Prabowo,” sebut dia.

Tidak hanya calon presiden, IDM juga melakukan survei atas tokoh-tokoh yang pantas menduduki posisi sebagai calon wakil presiden (Cawapres).

Hasilnya adalah Ketua Umum Perindo, Harry Tanoesoedibjo dipilih 5,7 persen responden; Walikota Surabaya, Tri Rismaharini 7,4 persen; Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia yang juga politisi PDIP, Puan Maharani 9,6 persen; Ketua Umum PPP, Romahurmuziy 1,2 persen; Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto 8,7 persen; Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dipilih 2,3 persen responden.

Kemudian Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dipilih 4,2 persen responden; Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan 7,8 persen; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 7,9 persen; Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar 11,8 persen, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan paling tinggi dibandingkan tokoh lain dengan 12,6 persen.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan dengan metode penarikan sampel multistage random sampling pada 400 kabupaten/ kota di 33 provinsi di Indonesia. Adapun responden yang dipakai sejumlah 2.450 orang yang disesuaikan dengan jumlah DPT Pemilu tahun 2014.

Dengan Margin of Error survei ini lebih kurang 1,98 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

5 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

6 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

16 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

18 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

18 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

19 jam yang lalu