GAYA HIDUP

Ingat, Ini Makanan yang Harus Dihindari saat Batuk

MONITOR- Siapa sih yang tidak sebal dan terganggu ketika batuk melanda? Batuk memang sangat mengganggu bagi diri sendiri, serta dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang-orang di sekitar karena khawatir terhadap virus yang akan tersebar.

Penyakit sejuta umat ini, bisa disebabkan oleh infeksi dan polusi, serta bisa juga dipengaruhi oleh obat-obatan yang Anda konsumsi. Nah, selain mengonsumsi obat tertentu, ada juga makanan yang harus dihindari saat batuk agar dapat membantu meredakan gejala batuknya.

Dilansir GO-Dok.com, sejumlah penelitian membuktikan bahwa beberapa kandungan dalam makanan terntentu dapat memicu dan memperburuk pertumbuhan lendir di sekitar rongga pernafasan. Apa saja jenis makanan yang dimaksud?

Berikut daftar makanan yang harus dihindari saat batuk!

1.Susu
Batuk sering kali datang beriringan dengan dahak sehingga sangat mengganggu aktivitas di siang hari dan membuat Anda tidak nyaman untuk beristirahat di malam hari. Jika Anda memiliki masalah seperti ini, sebaiknya Anda menghindari makanan-makanan yang bisa memicu produksi lendir yang berlebihan, seperti susu.

Jurnal Medical Hypotheses yang diluncurkan pada tahun 2009 menyebutkan bahwa orang-orang yang meminum susu atau mengonsumsi makanan dari olahan susu memiliki produksi lendir yang lebih banyak di sekitar rongga pernafasannya, termasuk tenggorokan dan paru-paru.

Nah, produksi lendir akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya inflamasi dalam saluran pernafasan tersebut. Jadi, hindari meminum susu dulu ya ketika Anda batuk.

2. Kacang atau makanan penyebab alergi
Makanan yang harus dihindari saat batuk selanjutnya ada kacang dan segala jenis makanan penyebab alergi. Batuk dan pilek seringkali dianggap sebagai bentuk dari gejala alergi. Selain itu, lendir yang keluar dari dalam saluran pernafasan juga seringkali muncul bersamaan dengan penyakit asma. Nah, rupanya kacang merupakan salah satu pemicu paling umum dari gejala-gejala ini, lho.

Para peneliti di bidang kesehatan menyarankan untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat mengidap batuk. Pasalnya makanan-makanan tersebut bisa saja dianggap sebagai alergen dan gejala yang timbul juga bisa bervariasi, mulai dari yang ringan seperti bersin dan batuk, hingga dalam kondisi parah seperti kejang-kejang dan pingsan.

3. Produk yang mengandung kafein
Produk yang berasal dari kopi juga menjadi jenis makanan yang harus dihindarisaat batuk, ya. Pasalnya, kafein yang berasal dari kopi menjadi salah satu pemicu dehidrasi, karena memicu tubuh untuk mengeluarkan cairan dalam tubuh melalui urin. Akibat dari tubuh yang kekurangan cairan, dapat memicu produksi lendir yang berlebihan, lho.

Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh ingin menjaga bagian tubuh seperti hidung dan tenggorokan, mengalami penurunan pada tingkat kelembapannya. Maka dari itu, lendir diproduksi untuk menjaga bagian-bagian tersebut tetap lembab.

Dengan begini, menghindari produk yang mengandung kafein akan menjaga tubuh Anda selalu terhidrasi dan produksi lendir yang menyebabkan batuk pun bisa berkurang.

4. Makanan siap saji
Menurunnya sistem kekebalan tubuh merupakan salah satu penyebab dari batuk yang Anda derita. Sementara itu, kekurangan nutrisi bisa menyebabkan kekuatan imun tubuh berkurang.

Nah, British Journal of Nutrition yang dipublikasikan pada tahun 2002 menyebutkan bahwa makanan siap saji tidak memberikan Anda nutrisi yang cukup untuk menjaga kekuatan sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, menghindari makanan siap saji bisa membantu Anda untuk pulih dari batuk yang Anda derita.

Itu dia bebebarapa jenis makanan yang harus dihindari saat batuk. Selain menghindari makanan tersebut, jangan lupa untuk mengunjungi dokter jika batuk tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama, karena bisa jadi ada penyakit berbahaya lainnya yang sedang mengintai Anda.

Semoga bermanfaat!

Recent Posts

GODF 2026 Qingdau, Prof Rokhmin beberkan Potensi Akuakultur RI dan Tantangan Pembiayaan

MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…

7 jam yang lalu

Ekoteologi Kampus PTKIN Terus Mendapat Pengakuan Nasional, Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

MONITOR, Jakarta – Ekosistem pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kembali menorehkan tinta emas…

10 jam yang lalu

BM PAN Konsolidasikan Pengurus 2026–2031, Slamet Ariyadi Serukan Satu Komando

MONITOR, Jakarta - Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menggelar Meet and Greet Pengurus…

16 jam yang lalu

Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku

MONITOR, Jakarta - Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat…

17 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO melalui RISE TO IPO 2026

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah untuk…

18 jam yang lalu

Prof Rokhmin Dahuri Tinjau Industri Perikanan Modern China, Dorong Penguatan Ekonomi Biru Indonesia

MONITOR, QINGDAO, CHINA - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin…

20 jam yang lalu