MONITOR, Makassar – Kabupaten Bantaeng merupakan basis tersbesar yang dimiliki oleh calon gubernur Sulsel nomor urut 3, Prof. Nurdin Abdullah. Tak ayal wilayah Kabupaten yang sudah di genggaman Nurdin Abdullah mendapatkan suara bisa saja merembes ke Kabupaten lain.
Hal ini tak menutup kemungkinan, karena otomatis kabupaten yang menghimpit kabupaten Bantaeng yakni Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Jeneponto sudah lebih mengenal sosok dari Nurdin Abdullah.
Tak menutup kemungkinan di wilayah selatan meliputi Makassar, Gowa, Takalar Jeneponto, Bantaeng Sinjai, Bulukumba, Selayar mengenal sosok Nurdin Abdullah dengan berbagai prestasi yang diraih oleh pak Prof Nurdinselama memimpin Bantaeng.
Pengamat politik Sukri Tamma mengatakan untuk basis suara wilayah tersebut maka bisa dijelaskan dalam beberapa alasan yakni geo-politik, pemilih tradisional dan efek kandidat diluar wilayahnya.
“Wilayah-wilayah ini cenderung akan didominasi oleh kandidat yg memiliki keterkaitan dengan wilayah tersebut, karena kampung halaman maupun karena pernah mengabdi lama di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Dosen lulusan S3 bidang filsafat politik Universitas Bonn, Jerman itu menjelaskan, dengan demikian pada beberap wilayah ini sangat mungkin akan cenderung didominasi oleh pasangan Nurdin Abdullah.
“Pasangan lain, seperti Ichsan Yasin Limpi-Andi Mudzakkar masih sangat mungkin mendapatkan suara cukup signifikan di wilayah tersebut, namun tidak akan dominan,” bebernya. (**)
MONITOR, Brebes – Ratusan peserta didik baru SMP NU dan SMA NU Al Fattah Tegalgandu…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi…
MONITOR, Jakarta - Masih dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli,…
MONITOR – Langkah strategis untuk membawa produk pertanian unggulan Jawa Timur merajai pasar global kembali…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan menyoroti polemik pelibatan Bintara Pembina…
MONITOR, Bogor — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan integritas dan meritokrasi…