MONITOR, Makassar – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 3 Prof Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) ternyata memiliki terobosan luar biasa untuk meningkatkan Ekonomi Sulsel, salah satunya lewat pembudidayaan udang Sitto.
Prof Andalan meyakini, dengan sumber daya alam dalam hal ini Udang Sitto Sulsel semakin dimaksimalkan, akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan.
Jubir Prof Andalan Khaeruddin Nurman membeberkan, budidaya Udang Sitto saat ini masih terbilang kurang diperhatian, baik pemerintah setempat maupun, masyarakat itu sendiri.
Pada kata Elu, sapaannya, jika Sulsel pernah jaya karena Budidaya Udang di Sulawesi Selatan. Elu menuturkan, bahwa jika Prof Andalan memimpin Sulsel, maka Udang Sitto akan jadi sumber penghasilan baru masyarakat Sulsel.
“Harus ada solusi untuk mengatasi penyakit udang. Dengan memperbaiki sumber air benur dan kembangkan makanan alami udang. Sulsel pernah jaya sebagai eksportir udang sitto terbesar. Kebutuhan ekpor semakin besar sementara produksi udang semakin menurun,” jelas Elu di Makassar, Sabtu (5/5).
Sehingga, Elu menuturkan, jika Sulsel akan menjadi pusat daerah Eksportir terbesar di Indonesia untuk sektor Udang Sitto.
“Bahkan kita bisa jadi daerah dengan ekspor udang Sitto terbesar di dunia dalam hal penjualan Udang Sitto, kita punya sumber daya alam yang melimpah untuk memaksimalkan hal itu,” sambung Elu.
MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…
MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…
MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil meraih peringkat 10 dalam ajang Danantara…
MONITOR, Jakarta - Integrasi tata kelola syariah dan model bisnis hibrida menjadi kunci keberlanjutan wakaf…