Categories: Uncategorized

Hidayat Nur Wahid: Uji Materil JK Butuh Tafsir Konstitusi

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) angkat bicara terkait wacana uji materi Jusuf Kalla (JK) ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar bisa menjadi cawapres lagi. Menurutnya, memang perlu ada tafsir secara konstitusi terkait hal itu.

“Ini memang memerlukan tafsir konstitusi dan yang mempunyai kewenangan tertinggi untuk memberikan tafsir konstitusi dan memutus sengketa pemahaman konstitusi adalah Mahkamah Konstitusi,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/5).

Pasalnya, Hidayat menilai sebagian rakyat Indonesia saat ini masih bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Termasuk juga didalamnya ketentuan masa jabatan bagi Wakil Presiden.

“Undang-Undang oleh sebagian rakyat dinilai sebagai bertentangan dengan Undang-Undang Dasar. Termasuk tentang masalah masa jabatan dari seorang Wapres, apakah dua kali berturut-turut itu artinya adalah berturut-turut 10 tahun langsung, atau bisa selang-seling,” tukasnya.

“Menurut saya sih berturut-turut itu ya sudah dua kali. Mau berturut-turut langsung atau tidak langsung itu berturut-turut. Tapi, tetap kami harus menghormati keputusan dari Mahkamah Konstitusi karena dia lah yang mempunyai hak konstitusional untuk memberikan tafsir,” sambung Wakil Ketua MPR RI ini.

Meski demikian, saat disinggung apakah JK sebaiknya maju kembali atau tidak, Hidayat mengatakan hal tersebut masih menjadi spekulasi. Ia menyarankan, sebaiknya hal itu dikembalikan kepada keputusan MK.

“Itu satu yang sangat spekulatif. Kembalikan saja kepada Undang-Undang Dasar. Kesehatan juga beliau apakah memang betul-betul sehat, masih fit. Itu bagian-bagian yang harus diuji. Tetapi kuncinya kembali ke Undang-Undang Dasar. Keputusan akhirnya ada di Mahkamah Konstitusi,” pungkasnya.

Recent Posts

Antisipasi Dampak El Nino dan Puncak Kemarau, DPR Dorong BNPB Orkestrasi Pendataan Ancaman Bencana

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menekankan pentingnya sistem…

3 jam yang lalu

Krisis Air Bersih Makin Membesar, Puan: Jangan Ada Masyarakat yang Berjuang Sendiri Dapatkan Hak Dasar

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti krisis air bersih yang semakin membesar…

3 jam yang lalu

Lewat Edu Tani Kementan Perkenalkan PMAAS untuk Dongkrak Produksi Padi

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) melalui Edu…

10 jam yang lalu

Menteri Agama Ajak Masyarakat Jabodetabek Hadiri Doa Kebangsaan 1 Agustus di Monas

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri…

13 jam yang lalu

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen TMMD Ke-129 Kodim 1807 Capai 68 Persen

MONITOR, Sorong Selatan – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim…

13 jam yang lalu

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Industri di Kawasan Transmigrasi

MONITOR, Kementerian Perindustrian proaktif mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis…

14 jam yang lalu