EKONOMI

IHSG Anjlok, Rupiah Semakin Menjerit

MONITOR, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai anjlok hingga 2,5% per sore ini menjadi 5.858,  pada pembukaan perdagangan awal pekan.

Pengamat Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira Adhinegara menilai IHSG masih mungkin terkoreksi. Dia menjelaskan, penyebab anjloknya IHSG ini sebab asing menjual bersih saham sebesar Rp 5,3 triliun dalam seminggu terakhir.

“Penyebabnya utamanya IHSG ini karena dalam satu minggu terakhir, investor asing mencatatkan jual bersih 4,7 triliun di pasar saham. Investor asing keluar karena melihat imbal hasil surat utang AS Treasury bills cukup menarik. Tren kenaikan suku bunga acuan Fed rate menjadi sentimen positif bagi investor untuk berburu aset aset di AS. Saat ini yield Treasury 10 tahun bergerak di 2,9-3% tertinggi sejak 2014. Investor asing dipengaruhi sentimen menguatnya yield treasury 10 tahun dilevel 3 persen,” ujar Bhima saat dihubungi MONITOR, Kamis (3/5).

Menurutnya, tidak ada sentimen dari dalam negeri yang bisa mendorong kenaikan bursa. Kinerja emiten juga dianggap Bhima tidak ada yang spesial. Investor masih menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi triwulan I BPS pada 7 Mei nanti.

“Jika ekonomi tumbuh dibawah 5% investor akan terus keluar dari bursa,” paparnya.

Ia menambahkan, keuntungan dari turunnya IHSG bisa dijadikan momentum untuk memborong saham yang secara fundamental kinerjanya baik. Misalnya untuk sektor consumer goods, konstruksi dan komoditas dalam jangka panjang  sebenarnya cukup baik.

“Jadi investor perlu melihat 2-3 tahun lagi IHSG akan mencetak rekor baru. Kalau saat ini tidak memborong saham-saham unggulan, momentumnya akan lewat karena bisa jadi dalam waktu singkat harga-harga saham kembali mahal,” tandasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar dolar Amerika Seikat (AS) terhadap rupiah hari ini mendekati nilai Rp 14.000, yaitu 13.941. Angka ini berbeda sedikit dengan kemarin yang berada di nilai 13.940.

Recent Posts

Lolos Karantina, 10.362 Ekor Ikan Hidup Asal Natuna Kembali Diekspor ke Hong Kong

MONITOR, Batam – Sebanyak 10.362 ekor ikan hidup asal Kabupaten Natuna kembali berhasil menembus pasar…

2 jam yang lalu

Rukun, Kompak dan Bahagia, Warga RT 03 Perumahan Muslim Alfalaah 3 Gelar Family Gathering

MONITOR, Cisarua - Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, warga Perumahan Muslim Alfalaah…

13 jam yang lalu

Pajak JHT Jadi Polemik, Legislator: Negara Harusnya Beri Rasa Aman ke Pekerja di Tengah Ancaman PHK

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti soal polemik pengenaan tarif pajak…

15 jam yang lalu

Komisi XIII DPR Soroti Pengadaan Gembok Ditjenpas yang Dalam 2 Tahun Capai Hingga Rp 92 M, Minta Ada Audit

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Pangeran Khairul Saleh menyoroti program pengadaann gembok…

15 jam yang lalu

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

1 hari yang lalu

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…

1 hari yang lalu