Categories: Uncategorized

Pemerintah Diberi Waktu Tiga Bulan Susun Peraturan Turunan Perpres TKA

MONITOR, Jakarta – Menanggapi terusnya berkembang polemik mengenai gempuran TKA di Indonesia, yang juga menjadi isu krusial dalam peringatan hari buruh Internasional (MayDay) hari ini, Selasa (1/5), Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan, jika komisi memberikan batas waktu kepada pemerintah untuk sesegera menyusun peraturan turunan dari ketentuan peraturan presiden (Perpres) nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing (TKA).

“Persoalannya  Perpres 20, ini kan baru. Dalam rekomendasi Panja kami dulu adalah pemerintah harus memiliki Satgas pengawasan TKA terutama yang ilegal, dan itu belum dilakukan,” kata Dede Yusuf, di Jakarta, Selasa (1/5).

“Karena itu, kami memberi waktu 3 bulan kepada pemerintah untuk melaksanakan rekomendasi kami, dan kemudian menyusun peraturan turunan yang tidk bertentangan dengan UU,” tambahnya.

Menurut Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut, jika dalam batas waktu yang diberikan pemerintah tidak juga berhasil menyusun satu langkah pembentukan Satgas pengawasan TKA, tentunya akan ada peningkatan penggunaan instrumen dewan nantinya.

‘Jika dalam 3 bulan ternyata Pemerintah tidak berhasil juga, tentu kami akan meningkatkan Panja ini menjadi tingkatan yang lebih lanjut. Itu bisa menjadi Pansus, bisa menjadi hak angket dan sebagainya. Posisi kita adalah itikad baik pemerintah kita hargai, tapi jangan melanggar UU,” papar politikus Demokrat itu.

Lebih lanjut, ketika disinggung soal adanya usulan pembentukan Pansus TKA, apa fraksi Demokrat akan ikut ambil bagian? Mantan wakil gubernur Jawa Barat itu enggan menanggapinya.

“Ini kan masa reses, pada libur semua (anggota dewan). Artinya saya tidak bisa mengatasnamakan fraksi karena belum ada keputusan, kita belum rapat fraksi, saya hanya bisa mengatasnamakan komisi IX, yang kita sudah melaksanakan rapat kerja, sudah membahas masalah ini, kesepakatannya adalah demikian,” ujarnya.

“Yakni, kita beri waktu 3 bulan untuk peraturan turunan nya, Permennya harus tidaj boleh melanggar UU, dan Satgas itu harus dibentuk, kita juga bikin Timwas,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

6 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

7 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

16 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

19 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

19 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

20 jam yang lalu