GAYA HIDUP

5 Trik Cepat Selesaikan Skripsi

MONITOR, Jakarta- Sebagai mahasiswa ditingkat akhir kuliah, skripsi tentunya menjadi hal yang paling wajib dikerjakan demi mendapatkan gelar Sarjana. Dari sekian mata kuliah yang telah diambil, tentunya skripsi bukan merupakan hal yang mudah untuk diselesaikan.

Mahasiswa pun menganggap skripsi sebagai momok tersindiri karena tentunya mereka perlu untuk mengeluarkan usaha yang ekstra demi menyelesaikannya. Lelah, kesal, bosan menunggu dosen pembimbing, revisi berkali-kali, dan bergadang karena deadline yang mepet. Semua itu, hanyalah serangkaian kecil yang seringkali dialami oleh para pejuang skripsi.

Bukan hal yang mudah memang. Namun, banyak cara yang mestinya para pejuang skripsi lakukan jika mereka tak mau menyesal ditengah perjuangannya demi mendapatkan gelar sarjana.

Simak yuk, apa saja sih hal-hal yang harus kalian lakukan saat sedang berjuang skripsi?

  1. Pilihlah judul skripsi yang kamu kuasai.
    Dear para pejuang skripsi, sebelum kalian yakin untuk mengajukan topik skripsi ke jurusan, alangkah baiknya kalian pun harus yakin terlebih dulu dengan judul yang akan kalian ambil. Apakah judul tersebut adalah materi yang benar-benar kalian kuasai?
    Banyak kasus terjadi ketika mahasiswa sudah bingung untuk memilih judul yang bisa diterima oleh jurusan, akhirnya mengajukan sembarang judul dengan dalih “Ah..yang penting di ACC deh!” Mungkin kali ini kalian bisa lolos saat pengajuan judul, tapi bagaimana jika judul itu bukanlah materi yang benar-benar kalian pahami atau bahkan kalian benci?
  2. Jangan memperberat dirimu sendiri dengan memilih topik yang terlalu berat.
    Tujuan sebenarnya para pejuang skripsi adalah untuk lulus secepat mungkin, bukan? Namun, banyak kasus dimana mahasiswa tingkat akhir menghabiskan sisa semester yang cukup panjang hanya untuk mengerjakan skripsi. Padahal banyak juga dari teman-teman sejurusannya pun yang akhirnya bisa lulus tepat waktu bahkan lebih cepat dari 8 semester. Apakah selalu mereka yang disebut mahasiswa abadi itu pemalas? Dan mereka yang lulus lebih dulu adalah yang paling rajin? Tentunya tidak. Ternyata banyak mahasiswa abadi yang kini terjerat dengan perangkap mereka sendiri, loh!
    Bukan karena malas, namun topik skripsi merekalah yang menjadi alasan. Sangking susahnya, hal tersebut pun membuat mereka memakan waktu lama untuk mengerjakannya. Ujung-ujungnya, malah bikin susah diri kita sendiri kan? Jadi, pilihlah topik yang simple aja deh jika tak mau jadi mahasiswa abadi!
  3. Baik-baiklah dengan dosen pembimbingmu, mereka adalah penentu nasib kalian selanjutnya.
    Membina hubungan yang baik dengan dosen memang termasuk sebuah poin penting ketika kalian sedang berjuang menuju sarjana. Tentunya, karena dosen pembimbing mempunyai andil yang besar dalam proses kalian berskripsi, maka berbaik-baik lah dengan mereka. Tetap ikuti apa keinginan mereka, saran mereka. Jangan membantah, sopan, dan ramah adalah kunci untuk kalian bisa membina hubungan baik dengan dosen pembimbing kalian. Tak bisa dipungkiri, karena dosen pembimbing berperan sebagai orang yang paling intens dalam perjuanganmu tamat kuliah, tentunya hal ini merupakan poin wajib yang harus kalian lakukan jika tak mau bermasalah di kemudian hari kan?
  4. Selalu copy semua file skripsi kamu di Flashdisk atau Google Drive, jangan hanya mengandalkan laptop!
    Untuk berjaga-jaga, sangatlah perlu bagi kalian untuk selalu meng-copy semua file skripsi dan revisi terakhir ke flashdisk atau Google Drive. Poin yang satu ini tergolong poin yang sangat penting, Loh!
    Terlebih lagi, jangan hanya mengandalkan laptop saja untuk kalian menyimpan semua file skripsi kalian tanpa backup. Bukan apa-apa, karena berja-jaga itu perlu. Sehingga jika sewaktu-waktu laptop kalian rusak atau malah hilang, kalian gak harus kehilangan semua file kalian, dong?
  5. Meski tak mudah, jangan pernah menghilang dengan sengaja terlalu lama.
    Skripsi sebagai sebuah tantangan terberat di penghujung kuliah memanglah membutuhkan mental yang kuat dan ketetekunan yang tinggi dari diri sendiri. Namun, banyak kasus dimana mahasiswa berhenti sejenak dari rutinitas mengerjakan skripsi dengan alasan beragam.
    Ada yang karena bosan, belum mendapat inspirasi, merasa trauma dengan tingkah dosen pembimbing. Meskipun begitu, semangat adalah satu-satunya jalan bagi kalian yang berjuang. Memang lelah dan tak mudah, tapi jika kalian menyerah dan berhenti, apakah akan selesai masalahnya? tentunya tidak.

Recent Posts

Gandeng Hungaria, Kemenperin Perkuat Vokasi Berstandar Global

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri nasional yang menjadi prioritas…

1 jam yang lalu

Legalitas Ormas Islam, Kemenag Perketat Verifikasi

MONITOR, Jakarta - Ormas keagamaan Islam memiliki peran strategis dalam pembinaan kehidupan beragama, penguatan moderasi…

3 jam yang lalu

Isra Mi’raj Pesantren Al-Ma’mun: Meneguhkan Sholat sebagai Poros Spiritualitas

MONITOR, Depok - Pondok Pesantren Vocational Al-Ma’mun menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan…

8 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Transformasi Digital Fondasi Utama Penentu Masa Depan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Di tengah percepatan perubahan teknologi, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan tantangan perubahan iklim…

8 jam yang lalu

Harga Emas Dunia Naik, Kemenperin Perkuat Daya Tahan Industri Perhiasan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat ketahanan dan daya saing industri perhiasan nasional di…

9 jam yang lalu

Rakornispen TNI 2026 Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Hadapi Perang Informasi

MONITOR, Jakarta - Kapuspen TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, S.E., M.Han secara resmi membuka…

10 jam yang lalu