NASIONAL

Maklumi Perilaku Amien Rais, Oso : Agama Jangan Dipolitisir lah

MONITOR, Jakarta – Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais belakangan ini kerap melontarkan komentar tajam kepada pemerintah. Terbaru, mantan Ketua MPR RI itu mengeluarkan pernyataan tentang partai setan dan partai Allah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Oesman Sapta Odang mengaku dirinya sudah cukup mengenal Amien Rais. Ia pun tak heran, jika Amien Rais dikenal rajin mengeluarkan kritik kepada pemerintah.

“Pak Amien itu orangnya memang begitu. Jadi ya udahlah, pak Amien umurnya juga udah cukuplah. Kayak saya juga umurnya, tua dikit lah dari saya, 70 tahun pak Amien lebih sikit lah,” kata OSO di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4).

Ketua Umum Partai Hanura ini mengingatkan, sebaiknya ranah agama jangan sampai dipolitisir, sebab agama seharusnya memberikan pencerahan dan pemahaman dalam kehidupan antara seksama.

“Jadi, agama itu jangan dipolitisir, agama itu betul-betul memberikan pencerahan pemahaman, memberikan marwah martabat kepada semua umat manusia, kan kita ingin supaya agama kita itu menarik bagi semua ummat, bukan hanya islam, semua ummat,” ujarnya.

Dengan begitu, OSO juga tidak serta merta mengaku dirinya seorang yang begitu religi, namun ia menegaskan untuk urusan agama, dirinya lebih baik berbuat positif dengan memberikan sumbangsih terhadap agama.

“Ya saya kan bukan juga orang yang terlalu santri ya, tapi kewajiban saya sebagai orang islam kan saya lakukan, turut di dalam membangun keislaman turut membangun masjid turut membangun marwah daripada agama saya, dan tanpa harus mengurangi atau menjelekkan agama-agama lain,” tukasnya.

Untuk itu, OSO mengimbau kepada seluruh pemeluk agama untuk berani mengatakan agamamu agamamu agamaku agamaku. Selain itu ia menegaskan kalau unsur agama yang begitu sakral jangan disangkut pautkan terhadap cara berpolitik, sebab menurutnya jika hal itu terjadi, terlihat seperti dipaksakan.

“Mari kita mengatakan bahwa politik harus terpisah dari agama. Karena kalau politik pasti keinginannya bermacam-macam keinginannya memaksakan kehendak. Jadi kehendak itu tidak boleh di dalam agama yang dipaksakan,” tandasnya.

Dia menambahkan, untuk saat ini anak muda sebagai penerus bangsa agar lebih cerdas menyikapi persoalan agama yang dipolitisir tersebut, supaya tidak gampang dipengaruhi oleh kelompok dengan pemikiran ortodoks yang membuat cara berpikir tumpul dan sempit sehingga tidak berpikir maju demi kemajuan bangsa.

“Ya saya tidak menyalahkan boleh saja orang mau omong apa, tapi menyangkut soal agama setiap manusia yang beragama dia pasti akan membela kepentingan agamanya, tapi bukan berarti harus menjelekkan agama orang lain. Karena itulah pancasila,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemenperin Percepat Fasilitas Sertifikasi Halal untuk Perkuat Industri Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem industri halal nasional melalui percepatan fasilitasi…

30 menit yang lalu

Jasa Marga Perkuat Budaya Keselamatan Kerja yang Profesional dan Kolaboratif

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menggelar Apel Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan…

39 menit yang lalu

Prajurit TNI Temukan Dua Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

MONITOR, Jakarta - Prajurit TNI dari Kodam XIV/Hasanuddin yang tergabung dalam Tim SAR gabungan berhasil…

2 jam yang lalu

Kemenhaj dan Kejati Aceh Kawal Pembangunan Gedung Asrama Haji Embarkasi

MONITOR, Jakarta - Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) diwakili oleh Inspektur Wilayah I,…

4 jam yang lalu

Bicara Ekoteologi di Mesir, Menag Jelaskan Peran Agama dan Kemanusiaan di Era AI

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran…

5 jam yang lalu

Kedaulatan Pangan 2026, Prof Rokhmin: Tanpa Teknologi Tepat Guna, Sulit Jadi Negara Maju

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa transformasi teknologi…

5 jam yang lalu