PERISTIWA

Polisi Sita Kapal yang Diduga Jadi Penyebab Rusaknya Pipa Pertamina

MONITOR, Balikpapan – Polisi terus berupaya mengukap penyebab rusaknya pipa minyak milik Pertamina di perairan Balikpapan. Dugaan sementara kerusakan tersebut disebabkan oleh kapal berbendera Panama.

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menyita kapal MV Ever Judger 2 yang sedang tambat di perairan Pelabuhan Semayang, Selasa (24/4).

Kapal itu dijadikan satu barang bukti dalam kasus patah dan putusnya pipa penyalur minyak mentah Pertamina di Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018.

“Sesuai perintah Pengadilan Negeri Balikpapan,” kata Direktur Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kaltim Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yustan Alpiani di Jetty Chevron di Pelabuhan Semayang, sesaat setelah mendarat dari lokasi tempat MV Ever Judger tertambat di depan Pelabuhan.

Dikatakan Kombes Alpiani, polisi memasang poster tanda penyitaan di kapal, dan mulai Selasa malam menempatkan empat personel berjaga di kapal. “Bergantian, dengan dua shift,” singkatnya

Mengenai anak buah kapal berbobot mati 80.000 ton tersebut, kata Kombes Alpiani, diurus sepenuhnya oleh agen kapal. Sejak diselamatkan dari kebakaran minyak yang tumpah pada Sabtu tersebut mereka tidak lagi naik ke kapal.

Namun demikian, polisi meminta Imigrasi mencekal mereka untuk keperluan penyidikan. Mereka juga termasuk dalam 54 orang yang sudah diperiksa polisi sebagai saksi.

Penyitaan ini dilakukan setelah 22 hari polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Penyitaan dilakukan setelah pipa yang patah berhasil diangkat dan disusun di darat seperti kondisinya di bawah laut.

Kapal MV Ever Judger 2 adalah kapal kargo curah. Masuk ke perairan Teluk Balikpapan pada Kamis (29/3) untuk mengambil muatan batu bara di Jetty Gunung Bayan di utara Teluk Balikpapan.

Pada Jumat (30/3) malam, menurut Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semayang Sanggam Marihot, kapal sudah kembali mengarah ke laut lepas dengan kargo 78.000 ton batu bara.

Namun, menurut Kombes Alpiani, pada Sabtu pukul 03.00, saat diketahui tumpahan minyak mulai menyebar, hanya MV Ever Judger yang ada di titik patahan pipa Pertamina.

Tumpahan minyak kemudian menjadi kebakaran besar di laut pada pukul 10.30-11.30 siang, menewaskan lima pemancing di Teluk Balikpapan, dan kemudian minyak menyebar mencemari kawasan seluas 12,7 ribu hektare yang membuat satu mamalia laut langka pesut Orcaella brevirostris ditemukan tewas keesokan harinya.

Garis pantai sepanjang 150 km juga tercemar dan ribuan orang di Balikpapan dan Penajam mengalami sesak napas, mual-mual, dan muntah karena tidak kuat mencium bau minyak.

Recent Posts

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

2 jam yang lalu

Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Belum Berizin, Gugun Gumilar Dukung Penegakan Hukum Transparan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa lembaga Hamalatul Qur’an yang berada di Sukoharjo…

4 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Modernisasi Pertanian Harus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

MONITOR, CIREBON - Modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki…

12 jam yang lalu

Mazz Reza Pranata: Pemuda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

1 hari yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

1 hari yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu