Categories: DAERAHJABAR-BANTEN

Survei IDM, Elektabilitas ASYIK Kian Moncer di Pilgub Jabar

MONITOR, Jakarta – Mendekati hari pemilihan gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018, persaingan antar paslon kian ketat. Dimana survei yang dirilis Indonesia Development Monitoring (IDM) baru-baru ini menunjukkan salah satu paslon, yakni Sudrajad-Ahmad Syaikhu (ASYIK) mulai unggul dibanding paslon lainnya.

Survei tersebut dibagi dalam tiga kategori, diantaranya kategori pemilih dari Pantura, Pariangan dan Pamayon. Hasilnya paslon ASYIK jauh mengungguli kandidat-kandidat lainnya.

“Hasil ini disebabkan beberapa faktor, pertama pasangan ASYIK dianggap representatif dari orang ‘periangan-cirebonan’. Basic Sudrajat sebagai orang Sumedang dan Syaiku dari Cirebon menjadi faktor utama pilihan responden,” ujar Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi, Selasa (24/4).

Sementara itu, Sumedang kata dia, dalam pandangan responden merupakan “trah” terakhir dari kerajaan Sunda, sehingga ketika responden ditanya siapa orang ‘sunda asli’ maka responden merujuk kepada Sudrajat.

“Syaiku yang berasal dari Cirebon juga turut mendongrak pilihan responden karena dalam pandangan responden syiar Islam di Jawa Barat berasal dari Cirebon,” tandasnya.

Pada survei tersebut, elektabilitas Asyik di Pantura, mencapai 31 persen. Capaian tersebut sangat sulit untuk dikejar oleh kandidat lain. Dimana saat responden diberikan pertanyaan siapa yang akan dipilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, 31, 2 responden memilih pasangan Asyik, sementara pasangan Dua DM hanya meraih 26,3 persen, disusul Hasanah 20,7 persen, Rindu 11,3 persen dan warga yang tidak memilih 10,5 persen.

Untuk daerah Periangan, dengan pertanyaan yang sama, hasilnya Asyik meraih 35,6 persen, Rindu 25,3 persen, Hasanah 10,7 persen, Dua DM 16,3 persen dan tidak memilih 5,8 persen. Perolehan suara telak ke Asyik juga terjadi di Pamayon, paslon ini meraih suara responden 33,3 persen, disusul Dua DM 21,6 persen, Hasanah 19,4 persen, Rindu 17,6 persen dan tidak memilih 8,1 persen.

Lebih lanjut ia menjelaskan, latarbelakang profersi juga menjadi rujukan responden. Dimana Sudrajat yang berasal dari Militer dan Syaiku yang berasal dari Birokrat dianggap sebagai pasangan yang ideal untuk memimpin Jawa Barat.
Dimana pasangan ASYIK dianggap mampu untuk mewujudkan harapan masyarakat yaitu terbukanya lapangan kerja, kemudahan usaha serta pengendalian terhadap harga-harga kebutuhan pokok.

Dengan latarbelakang militer, kata dia, Sudrajat dianggap mampu untuk menjaga stabilitas dan keamanan sehingga ada jaminan akan adanya investor yang masuk dan tak adanya gangguan bagi masyarakat yang ingin berusaha mandiri.

“Ketiga, mesin partai. Setelah 10 tahun PKS memimpin di Jawa Barat, mesin partai ini benar-benar telah teruji dan cukup mengakar, terutama di teritori Pamayon. Kemampuan PKS dalam memaksimalkan kerja-kerja kader-kadernya sangat sulit ditandingi oleh partai-partai lain,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam penelitian survei yang dilakukan pada 2-15 April 2018 tersebut, IDM melibatkan 2.178 responden dari Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jawa  Barat pada Pilkada Juni 2018 sebanyak 31.708.330 pemilih yang tersebar di 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat.

Dari total DPT Jawa Barat ditentukan sample sebagai responden dengan mengunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error sebesar -/+ 2.1% dengan Tingkat Kepercayaan Survei 95%.

Responden dibagi tiga kelompok teritorial: Pantura (Bekas Keresiden Cirebonan) meliputi Kab. Cirebon, Kota Cirebon dan Kab. Indramayu, Kab, Majalengka dan Kab. Kuningan. Dengan jumlah responden sebesar 21,3%.

Periangan meliputi Kab. Sumedang, Kab. Subang, Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi, Kab. Cianjur, Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi, Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis dan Kab. Pangandaran.

Dengan jumlah responden sebesar 51.8%.

Pamalayon (Kota/Kab Penyangga DKI) meliputi Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kab. Bekasi. Dengan jumlah responden sebesar 26,9%.

Recent Posts

Saudi Perketat Aturan Katering dan Hotel Jemaah Umrah Ramadan

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengimbau kepada para peziarah atau jemaah umrah pada…

1 jam yang lalu

Menag Bedah Bedanya Mukhlis dan Mukhlas untuk Abdi Negara

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM)…

3 jam yang lalu

Spring Fair 2026 Inggris, UMKM Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp10,76 Miliar

MONITOR, Birmingham - Sebanyak sembilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang mayoritas digawangi…

6 jam yang lalu

Kemenag Gelar Takjil Pesantren, Bahas Proyeksi Santri Masa Depan

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kementerian Agama menggelar kegiatan Takjil Pesantren yang dirangkai dengan Talkshow…

12 jam yang lalu

Menag Dorong Kader PMII Ambil Peluang Beasiswa Luar Negeri

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia…

13 jam yang lalu

Kasum TNI dan Menteri PU Tinjau Sabodam dan Huntara di Tapanuli Tengah

MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua…

14 jam yang lalu