Categories: EKONOMIKEUANGAN

Kalah Jauh dari Thailand, Indonesia Masih Bergantung pada Impor

MONITOR, Jakarta – Julukan negara agraris sudah cukup lama disematkan kepada Indonesia. Meski begitu, Indonesia hingga saat ini masih bergantung pada impor dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto mengatakan, jika dulu Indonesia dikenal sebagai penghasil beras terbesar Asia Tenggara, justru kini tersaingi oleh negara Thailand. Ia menjelaskan, Thailand meski hanya memiliki lahan minimalis, namun mampu menjadi eksportir beras terbesar kedua sedunia.

"Pasar beras Thailand 22 % di dunia," ujar Eko pada konferensi pers bertema 'Rente Ekonomi Impor Pangan' di kantornya, Rabu (17/4).

Menurut Eko, persoalan ketergantungan impor bergeser ke pemenuhan kebutuhan pangan pokok. Tidak sekedar lonjakan impor gandum yang notabene memang tidak bisa diproduksi di iklim tropis.  Namun mulai dari impor Gula, Kedelai, Bawang Putih, Daging, Beras dan yang lain mengalami tingkatan. Bahkan, bahan baku industri Makanan lebih dari 60% harus dipenuhi dari impor.

"Sekalipun sampai akhir 2017 neraca perdagangan sektor pertanian masih mencatat surplus, itu hanya karena berkah sektor perkebunan yang surplus mencapai 26,7 miliar dolar," tandas Eko.

Sementara untuk neraca perdagangan tanaman pangan defisit nya 6,23 miliar dolar, Hortikultura defisit 1,79 milar, dan Peternakan defisit 2,74 miliar dolar.

"Artinya, sektor pangan bukan semakin menuju pada kemandirian justru semakin menyandarkan kecukupan pasokan pangan dari impor." jelasnya lagi.

Upaya menjaga stabilitas harga pangan ini lebih didominasi pada kebijakan importasi, dibanding implementasi strategi pembangunan pertanian.

"Jika kebijakan impor pangan tak bisa diminimalkan, entah kapan cita-cita kemandirian pangan bisa direalisasikan," pungkasnya.

Recent Posts

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri TPT untuk Menangkan Kompetisi Global

MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…

1 jam yang lalu

Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan

MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…

1 jam yang lalu

“Kumpul Bersama Rakyat” Buka Peluang Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan…

2 jam yang lalu

HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja

MONITOR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum…

5 jam yang lalu

Kementerian UMKM: Holding UMKM Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok

MONITOR, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan…

5 jam yang lalu

Jasa Marga Catat 509 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek pada H-3 s.d. H-1 Periode Libur Hari Kemerdekaan RI

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.684 kendaraan keluar wilayah Jabotabek pada…

14 jam yang lalu