MONITOR, Palu – Bergulirnya kasus dugaan korupsi pembangunan Asrama Haji Kota Palu, Sulawesi Tengah kembali direspon oleh masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor (GEMPUR).
Kemarin, Rabu (11/4) sekitar pukul 09.06 WITA mereka melakukan aksinya di depan Kantor Kejati dan Mapolda Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Kami mendesak Kejati Sulteng dan Polda Sulteng menindak tegas Oknum yang terlibat dalam kasus ini," ujar Mimi, Koordinator Lapangan aksi yang dilakukan GEMPUR tersebut.
Selain itu, lanjut dia, Kementerian Agama diminta turut ambil tindakan dan bertanggung jawab terkait pembangunan asrama haji tersebut. Dimana ia menduga PT. Tirta Dhea Addonnisc terlibat dalam dugaan kasus korupsi ini.
"Kementerian Agama harus bertanggungjawab terkait dengan pembangunan asrama haji, kemudian mendesak penegak hukum memeriksa PT Tirta Dhea Addonnisc," tuturnya.
Menurutnya, bukti fisik yang ada bahwa pembangunan asrama haji yang dimaksud tidak rampung telah memperkuat dugaan adanya penyelewengan uang negara.
"Seharusnya stakeholder sudah merespon dan melakukan upaya hukum sesuai dengan laporan masyarakat. Tetapi sampai saat ini tidak ada tindakan nyata dari pihak Kejati Sulteng maupun Polda Sulteng," pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Transisi Bersih, sebuah lembaga thin tank di bidang ekonomi dan lingkungan berkelanjutan,…
MONITOR, Makkah – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan pelayanan…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…
MONITOR, Bogor - Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi kekuatan utama ekonomi biru dunia melalui…
MONITOR, Jeddah - Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf memimpin kedatangan rombongan Amirulhaj gelombang…
MONITOR, Sragen — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman, mengapresiasi langkah Pemerintah…