MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai perintah yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membuka adanya skandal besar diinternal komisi pemberantasan korupsi (KPK) terkait penanganan kasus korupsi dana bail out Bank Century sebesar Rp6,7 triliun.
Untuk diketahui, hakim praperadilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan KPK melakukan penyidikan lanjutan atas kasus skandal Bank Century.
Hakim memerintahkan KPK menetapkan tersangka baru, yakni sejumlah nama eks pejabat Bank Indonesia (BI), termasuk mantan Gubernur BI Boediono.
"Menurut saya keputusan PN ini adalah pembukaan skandal yang terjadi di dalam tubuh KPK, karena menurut saya KPK justru melindungi orang-orang yang tersangkut kasus Centrury," kata Fahri dalam keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR, di Jakarta, Selasa (10/4).
Ia juga menilai perintah pengadilan itu sebagai bentuk teguran keras kepada lembaga anti rasuah tersebut, lantaran telah mengabaikan keputusan pengadilan Tipikor beberapa tahun lalu untuk memproses semua pihak terkait dengan terdakwa Budi Mulya ketika itu.
"Tapi KPK akibat loby-loby tertentu, kasus itu justru dihentikan, karena salah satu pimpinan KPK waktu itu adalah lawyer dari pada lembaga penjamin simpanan (LPS)," papar politikus PKS itu.
Oleh karena itu, sambung dia, menjadi sangat menarik dengan keluarnya putusan pengadilan terkait perintah penanganan kembali skandal kasus Century dan menjadi babak baru.
"Karena itu menarik utuk dibuka lebih jauh apa sebetulnya yang terjadi di KPK sehingga KPK membuat kasus Century itu tidak diproses dan dilanjutkan padahal kerugian negara 6,7 triluun, bukan uang kecil. Dibandingkan dengan tangkapnya terhadap seorang hakim hanya 50 juta, auditor 40 juta, jaksa 10 juta, " sebut Fahri.
"Tetapi itu (kasus Century) yang ditutup-tutupi oleh KPK selama betahun-tahun," pungkas dia lebih berguna untuk dibuktikan secara tuntas.
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa Lembaga Kerja Sama (LKS)…
MONITOR, Jakarta - Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) melaporkan dugaan rekening bernilai lebih dari…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah perlindungan terhadap peternak ayam petelur menyusul…
MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menghadiri rapat kerja…
MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG), memperkuat…
MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengapresiasi kinerja Polda Metro…