Categories: BISNISEKONOMI

Jamin Stok Cabai Jakarta Aman selama Ramadhan, Dirjen Hortikultura Blusukan hingga Pedalaman Cianjur

MONITOR, Cianjur – Untuk merealisasikan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menjamin pasokan dan menstabilkan harga cabai di DKI Jakarta selama bulan Ramadhan hingga Lebaran, Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Suwandi mengecek kesiapan produksi cabai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018). Salah satu lahan cabai tersebut yakni berada di pelosok Cianjur, tepatnya di Desa Sukaresmi, Kecamatan Kadupandak luasnya 40 ha.

Suwandi mengungkapkan hasil pengecekan di lapangan, luas panen cabai rawit bulan April 320 ha, Mei 240 ha, Juni 120 ha. Sedangkan luas panen untuk cabai besar bulan april 400 ha, Mei 270 ha dan Juni 270 ha.

“Lokasi sentra aneka cabai ini tersebar di 13 Kecamatan,” ungkapnya saat mengecek lahan cabai di bawah binaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) INKA bersama Gerakan Petani Muda Indonesia (Gempita) Daerah Cianjur.

Kebutuhan cabai selama bulan Ramadhan hingga Lebaran yakni Mei-Juni 2018 untuk cabai rawit sekitar 2,738 ton dan Cabai Merah 3.252 ton. Artinya, kebutuhan cabai per hari berkisar 90 hingga 120 ton.

“Pasokan cabai selama Ramadhan ini harus benar-benar cukup dan harganya harus stabil,” tegas Suwandi.

Suwandi menegaskan salah satu upaya untuk menjamin pasokan cabai tersebut yakni dengan sejak dini mengecek kesiapan pertanaman cabai khususnya di daerah penyangga pangan Ibu Kota DKI Jakarta. Dengan begitu, produksinya mampu memenuhi kebutuhan dan gejolak harga cabai tidak terjadi.

“Kabupaten Cianjur sebagai salah satu daerah penyangga pangan Ibukota DKI Jakarta menjadi prioritas untuk didorong produksi cabainya,” tegasnya.

“Jarak Cianjur dekat dengan Jakarta sangat dekat. Pasokan pasti cepat dan lancar, sehingga rantai pasok tidak panjang. Kita akan bangun pasar lelang sehingga harganya dijamin tidak pedas,” jelasnya.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Cianjur, Hasan mengatakan untuk menyambut puasa dan Idul Fitri 1439 H, petugas bersama kelompok tani telah melakukan manajemen pola tanam 3 hingga 4 bulan sebelumnya.

“Hasilnya, Kabupaten Cianjur sanggup memasok target 32 ton per hari ke Jakarta untuk Mei-Juni,” katanya.

Petani Cabai, Rustiana, menyebutkan mulai tahun 2006, petani cabai di Kadupandak sudah bermitra dengan PT. Indo Food dengan luas lahanya 20 ha. Saat ini, harga cabai besar Rp 27.000 per kg dan keriting Rp 30.000 per kg dan rawit Rp 25.000 per kg.

“Harga cabai bagus. Di Kadupandak sendiri, sekali panen 500 kg per ha per minggu. Banyak pengepul, terus dijual ke Bogor, Bandung dan kebanyakan ke Pasar Kramat Jati Jakarta. Diangkut setiap hari. Ini yang membuat petani sudah mulai giat tanam cabai,” sebutnya.

Recent Posts

Menjalin Ukhuwah, Menggapai Barokah, Menjemput Magfiroh, Menuju Janah

dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK (Jamaah Masjid Jabal Nur Al-Islamiyah, Cibeber, Cimahi) Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih mempertemukan kita dengan pergantianwaktu dan musim kehidupan. Tidak terasa, Tahun Baru Islam…

4 menit yang lalu

Dosen UIN Jakarta: Relasi Kuasa yang Tak Sehat jadi Akar Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan

MONITOR, Brebes - Dosen Sekolah Pascasarjana sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu…

3 jam yang lalu

Pengasuh Pesantren se-Kabupaten Brebes Deklarasikan Komitmen Anti Kekerasan Seksual

MONITOR, Brebes - Ratusan pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendeklarasikan komitmen bersama mewujudkan…

3 jam yang lalu

Kebuntuan Arah Pembangunan Indonesia di Tengah Distorsi Program Populis dan Keterpurukan Moneter

Oleh:Ramadhan, M.A.(Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi) Pemerintahan era baru selalu datang dengan janji…

14 jam yang lalu

Benarkah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Baru? Ahli Epidemiologi UIN Jakarta Beri Penjelasan dan Imbauan Penting

MONITOR, Ciputat – Kemunculan informasi mengenai Hantavirus yang ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan kekhawatiran…

15 jam yang lalu

55 Juta Peserta BPJS Tak Aktif, Komisi IX DPR Minta Tunggakan Iuran Rakyat Miskin Segera Diputihkan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pengelolaan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan…

18 jam yang lalu