Categories: BISNISEKONOMI

BBM setara Pertalite Dijual Lebih Mahal selain di Pertamina

MONITOR, Jakarta – Pertamina terpaksa menaikkan harga BBM Non Subsidi jenis Pertalite Rp 200,-/liter karena harga minyak dunia yang terus mengalami kenaikan hingga menembus USD 60 per barel. Kondisi itu diperparah dengan terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengakui jika harga minyak dunia yang terus naik membuat pertamina harus putar otak dan terpaksa mengambil Kebijakan menaikkan harganya. 

Adim -panggilan akrabnya- berharap kenaikan tersebut dapat dipahami masyarakat, terlebih BBM jenis yang sama (RON 90) juga dijual oleh perusahaan lain dimana harganya lebih mahal, sehingga masyarakat bisa membandingkannya secara langsung.

"Kan yang jual itu bukan cuma Pertamina lagi. bahkan tetangga-tetangga sebelah juga jual lebih mahal lagi," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/3).

Dari pantauan MONITOR di lapangan, BBM dengan RON 90-92 jenis Super di SPBU Shell dijual dengan harga Rp 8.900/liter atau selisih Rp 1.200,-/liter.

Sementara di SPBU milik Total, BBM setara Pertalite yaitu jenis Performance dengan RON 92 dibanderol dengan harga Rp 8.350,-/liter.  

Sebagai informasi, BBM Jenis Pertalite merupakan BBM Non Subsidi dimana ketentuan harganya mengikuti mekanisme pasar. 

Berikut ini rincian lengkap harga BBM Pertalite per liter, terbaru dirangkum dari lama resmi Pertamina.

1. Prov. Nanggroe Aceh Darussalam (Rp 7.800).

2. Prov. Sumatera Utara (Rp 7.800).

3. Prov. Sumatera Barat (Rp 7.800).

4. Prov. Riau (Rp 8.150).

5. Prov. Kepulauan Riau (Rp 8.150).

6. Kodya Batam (FTZ) (Rp 8.150).

7. Prov. Jambi (Rp 8.000).

8. Prov. Bengkulu (Rp 7.800).

9. Prov. Sumatera Selatan (Rp 8.000).

10. Prov. Bangka Belitung (Rp 8.000).

11. Prov. Lampung (Rp 8.000).

12. Prov. DKI Jakarta (Rp 7.800).

13. Prov. Banten (Rp 7.800).

14. Prov. Jawa Barat (Rp 7.800).

15. Prov. Jawa Tengah (Rp 7.800).

16. Prov. DI Yogyakarta (Rp 7.800).

17. Prov. Jawa Timur (Rp 7.800).

18. Prov. Bali (Rp 7.800).

19. Prov. Nusa Tenggara Barat (Rp 7.800).

20. Prov. Nusa Tenggara Timur (Rp 7.800).

21. Prov. Kalimantan Barat (Rp 8.000).

22. Prov. Kalimantan Tengah (Rp 8.000).

23. Prov. Kalimantan Selatan (Rp 8.000).

24. Prov. Kalimantan Timur (Rp 8.000).

25. Prov. Kalimantan Utara (Rp 8.000).

26. Prov. Sulawesi Utara (Rp 8.000).

27. Prov. Gorontalo (Rp 8.000).

28. Prov. Sulawesi Tengah (Rp 8.000).

29. Prov. Sulawesi Tenggara (Rp 8.000).

30. Prov. Sulawesi Selatan (Rp 8.000).

31. Prov. Sulawesi Barat (Rp 8.000).

32. Prov. Maluku (Rp 8.000).

33. Prov. Maluku Utara (Rp 8.000).

34. Prov. Papua (Rp 8.000).

35. Prov. Papua Barat (Rp 8.000).

Recent Posts

Selamat Jalan Pejuang Madrasah Diniyah Nusantara: Mengenang Dr. Sumitro, M.Si., Pendiri FKDT

Oleh: Akhmad Sururi(Plt. Sekretaris Jenderal DPP FKDT) Kabar duka menyelimuti keluarga besar pegiat pendidikan keagamaan…

1 jam yang lalu

Pemadaman Listrik Bergilir yang Makin Sering Buat Rakyat Resah, Legislator: Sengaja Ada Pembiaran

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam meminta Pemerintah dan PT PLN…

12 jam yang lalu

Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Kekeringan, DPR Dorong Peningkatan Infrastruktur Ketahanan Air Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

13 jam yang lalu

IKALUIN Berikan Penghargaan kepada 10 Alumni Berprestasi, Berikut Daftarnya

MONITOR, Tangerang Selatan - Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN) memberikan IKALUIN Award 2026…

13 jam yang lalu

Disambut Gus Fahim Royani, Hery Haryanto Azumi Didoakan Maju Ketum PBNU pada Muktamar NU ke-35

MONITOR, Kediri – Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH. Fahim Royani,…

16 jam yang lalu

Seminar Nasional Unpam Serang Bahas Relasi Media Elite dan Massa dalam Pemerintahan Prabowo Gibran

MONITOR, Serang — Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar Seminar Nasional…

21 jam yang lalu