MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Komisi IX DPR agar mendorong kementerian terkait untuk bersikap cepat memberikan perlindungan hukum secara maksimal bagi para tenaga kerja Indonesia di luar negeri, terutama di Arab Saudi.
Hal itu terkait dengan munculnya data ada sebanyak 202 TKI yang terancam hukuman mati di berbagai negara berdasarkan data Migrant Care.
"Meminta Komisi IX DPR mendorong Kemnaker untuk meningkatkan pengawasan terhadap prosedur keberangkatan TKI, mengingat sebagian TKI yang bermasalah adalah TKI ilegal," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, di Jakarta, Kamis (22/3).
Bamsoet juga meminta agar komisi terkait untuk mendorong Kemenaker mempertimbangkan Memorandum of Agreement (MoA) dengan negara-negara tujuan, agar dapat memperkuat pengawalan keamanan bagi TKI oleh Pemerintah Indonesia di Negara-Negara tersebut.
"Meminta Komisi IX DPR mendorong Kemnaker untuk meningkatkan pengawasan terhadap PJ TKI agar TKI yang dikirim telah memenuhi kriteria dan standar yang sesuai dengan Negara tujuan, serta mendorong pemerintah untuk terus melakukan negosiasi bilateral ke negara tujuan TKI agar dapat tercipta sistem tata kelola dan perlindungan TKI yang lebih baik," papar politikus Golkar itu.
"Dan mendesak Pemerintah agar dapat bekerja sama dan menerima masukan yang diberikan oleh Migrant Care Indonesia dalam memberikan perlindungan terhadap TKI," pungkasnya.
MONITOR, Bogor – Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Pamuji Lestari, melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong PT PLN (Persero) untuk memitigasi dampak…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komis IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti informasi mengenai 4.000…
MONITOR, Ciputat – Komnas Haji mempertanyakan dasar hukum, urgensi, serta landasan filosofis dan sosiologis dari…
MONITOR, Jakarta — Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan)…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kepolisian segera menangkap dan memproses…