Categories: NASIONAL

643 KIP Bermasalah, Komisi X Minta Kemendikbud Kroscek Lapangan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Moh. Nizar Zahro menilai, temuan 643 Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Surabaya membuktikan ada yang tidak beres dalam distribusi kartu tersebut.

Sehingga, gaung keberhasilan yang disampaikan pemerintah bagikan jauh panggang dari api.

"Ini seperti penyakit era Orde Baru yakni bantuan tidak sampai kepada yang berhak," kata Nizar saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (22/3).

Masih kata dia, anehnya, sudah dua tahun berlalu ternyata uangnya belum dicairkan. Menurutnya, maka yang patut dikritisi adalah kinerja Kemendikbud yang tidak melakukan kroscek di lapangan, sehingga kasus lenyapnya 643 kartu KIP tidak terdeteksi oleh jajaran Kemendikbud.

Semestinya pihak Kemendikbud tidak berhenti hanya di pengirimannya saja, tetapi juga harus mengecek kepada pihak-pihak penerima apakah sudah menerima atau belum, sehingga pihak Kemendikbud juga harus pro aktif bertanya ke perbankan apakah dana bantuan pemerintah sudah dicairkan semua atau belum.

"Bila kroscek itu dilakukan maka kasus hilangnya 643 kartu KIP akan diketahui dua tahun yang lalu. Berhubung pihak Kemendikbud diam saja, maka kasus tersebut baru terbongkar sekarang, itupun karena laporan anak pemilik laundry, bukan oleh pihak Kemendikbud," papar politikus Gerindra itu.

Tidak hanya itu, Nizar juga menilai sikap diam perbankan yang bertanggung jawab dalam pencairan KIP patut dipertanyakan, karena tidak ada laporan dana yang belum dicairkan.

"Padahal, perbankan adalah bidang kerja profesional dimana audit keuangan selalu dilakukan setiap berkala. Aneh jika selama dua tahun perbankan membiarkan mengendapnya bantuan pemerintah tersebut," pungkasnya.

Recent Posts

Komnas Haji Pertanyakan Urgensi Perluasan Kewenangan OJK Awasi Dana Haji

MONITOR, Ciputat – Komnas Haji mempertanyakan dasar hukum, urgensi, serta landasan filosofis dan sosiologis dari…

2 jam yang lalu

Outlook Ketenagakerjaan 2026 Petakan Tantangan dan Proyeksikan Jutaan Peluang Kerja

MONITOR, Jakarta — Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan)…

3 jam yang lalu

Komisi III DPR Desak Pelaku Penyekapan Perempuan Segera Ditangkap dan Dijerat Pasal Berlapis

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kepolisian segera menangkap dan memproses…

3 jam yang lalu

66 Persen Jemaah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air

MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari…

4 jam yang lalu

Bedah Buku di Munas-Konbes NU 2026, Gus Hery Tegaskan Kesiapan Mengabdi untuk Masa Depan PBNU

MONITOR, Kediri – Forum bedah buku dalam rangka pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar…

17 jam yang lalu

Sambangi UID, Senator Jihan Fahira Ajak Mahasiswa Kawal Demokrasi Substantif dan Etika Berbangsa

MONITOR, Depok – Anggota DPD RI, Jihan Fahira, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif mengawal kehidupan…

21 jam yang lalu