Categories: NASIONALPOLITIK

Daripada Sibuk Cari Cawapres, PDIP Ajak Parpol Koalisi Dongrak Ekonomi

MONITOR, Jakarta – Sekertaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya mengajak mitra koalisi pendukung Presiden Joko Widodo untuk fokus melakukan penguatan kinerja ekonomi Indonesia. 

Dengan begitu, kata dia, Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pemilu 2019 mendatang akan mengerucut dengan sendirinya.

"Konsentrasi utama PDI Perjuangan saat ini adalah mendorong kerjasama Parpol pengusung pemerintah untuk menaruh perhatian besar pada aspek ekonomi, seiring dengan makin solidnya kondisi politik nasional saat ini," kata Hasto di Jakarta, Selasa (13/3).

Pasalnya, lanjut Hasto, jika ditinjau dari harapan publik, berbagai indikator perekonomian nasional telah menunjukkan arah yang positif, dimana ia mengklaim kini nilai inflasi relatif rendah, harga komoditas primer seperti batubara mulai mengalami kenaikan disusul kelapa sawit. 

Disamping itu, Hasto meyakini tingkat kepercayayaan publik semakin besar, serta arah pendorong pertumbuhan ekonomi dengan gencarnya pembangunan infrastruktur semakin meningkatkan daya tarik investasi dan mampu mengurangi biaya logistik.

"Ketika Pak Jokowi terpilih, harapan rakyat begitu tinggi, tetapi kendala perekonomian begitu besar, karena itu lah konsentrasi utama kami saat ini adalah melakukan segala hal yang dianggap penting untuk meningkatkan kinerja perekonomian. Dana desa sebagai contoh, harus mampu menstimulus desa sebagai sentra pertumbuhan ekonomi rakyat. PDI Perjuangan pun mendukung upaya percepatan padat karya di desa-desa," tuturnya.

Karena itu lah, Hasto menekankan, PDI-P berpesan kepada siapapun yang akan berkontestasi pada Pilpres 2019 sebaiknya menyampaikan gagasan terbaiknya untuk kemajuan bangsa dan negara. Dengan demikian, urusan Pilpres tidak cukup berbicara figur semata. "Urusan cawapres Pak Jokowi akan mengerucut pada waktunya," tandasnya.

Menurutnya, Pilpres 2019 harus menjadi ajang peningkatan kualitas demokrasi untuk rakyat, dimana para pesertanya menampilkan gagasan terbaik.

"PDI Perjuangan percaya bahwa mereka yang membangun infrastruktur politik hanya untuk mencela, mengadu domba, dan menyampaikan hal-hal diluar kebenaran, akan ditinggalkan rakyat. Karena itu lah kita isi tahun politik ini dengan berbagai hal yang positif untuk bangsa dan negara, sebab tidak ada bangsa besar lahir dengan cara permusuhan. Bangsa yang kuat lahir melalui gagasan besar yang membangun peradaban. Dan biarlah rakyat yang memilih pemimpinnya," pungkasnya.

Recent Posts

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

42 menit yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Dapat Buka Lapangan Kerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti polemik antara Kementerian…

2 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri bekali Anggota DPRD dan DPC PDIP Paradigma Ekonomi Biru Atasi Krisis Pembangunan

MONITOR, Makassar – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau,…

3 jam yang lalu

Kemenag dan BI Dorong Rohis Jadi Agen Perubahan dan Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital

MONITOR, Bali - Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Bank Indonesia terus memperkuat kapasitas…

4 jam yang lalu

Gaungkan Gerakan Literasi, Legislator Willy Aditya Usul Ada Pojok Baca untuk Karyawan Hingga OB dan Sopir

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya sebagai salah satu legislator…

4 jam yang lalu

Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026–2030

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi mengumumkan tiga besar calon Direktur Politeknik Ketenagakerjaan…

7 jam yang lalu