Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Tak Terima Anies Dipolisikan, PKL Tanah Abang siap Pasang Badan

MONITOR, Jakarta – Kabar pelaporan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya segera terdengar oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jati Baru, kawasan Tanah Abang.

Arifin misalnya, salah satu PKL yang melapak di Jalan Jati Baru ini mengaku tidak terima saat mendengar Anies Baswedan dilaporkan ke polisi, menurutnya perdebatan terkait penggunaan ruas Jalan Jati Baru sudah selesai lantaran solusi lanjutan pun telah dikeluarkan oleh Pemprov DKI.

"Yang ngelaporin pasti enggak tahu masalah di sini, sekarang walaupun ditutup, disini masih bisa lewat Trans Tanah Abang. Lagi pula ini bukan untuk selamanya. Ini kan hanya sementara saja, sambil menunggu solusi lain dari Anies-Sandi," kata Arifin saat ditemui MONITOR di lapaknya, Jumat (23/2).

(Baca: Gegara Ubah Fungsi Jalan Jadi Lapak PKL, Anies Dipolisikan)

Menurutnya, langkah Anies menutup ruas jalan tersebut adalah upaya untuk mensejahterakan para pedagang kaki lima yang selama ini diabaikan pada masa pemerintahan sebelumnya. Hal itu, kata Arifin, terbukti dari lamanya sosialisasi dan proses tukar pendapat warga setempat dengan Pemprov.

"Kenapa baru sekarang dilaporin. Sebelum ini ditutup (ruas jalan jati baru), semuanya sudah setuju. Waktu itu pak Anies datang ke sini, minta pendapat warga juga, dan semuanya mendukung, kok sekarang malah dilaporin?" ungkapnya.

(Baca: Anies dilaporkan ke Polisi, Fraksi PDIP girang)

Eva, yang juga berdagang di ruas Jalan Jatibaru mengungkapkan hal senada, dimana upaya untuk menyeret Anies ke meja hijau akibat kebijakan tersebut hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang kecewa lantaran 'jatah' lapak di kawasan tersebut hilang, sehingga menggunakan cara curang untuk menekan Anies.

Terlebih, kata dia, upaya mempolisikan Anies akan berimbas pada pedagang di kawasan itu. "Kalau seandainya (Jalan Jati Baru) dibuka lagi, kan dampaknya kami juga yang ngerasain. Kalau mereka yang masih punya toko masih bisa ketolong, tapi kalau hanya punya lapak disini, mau dagang dimana lagi," tutur Eva.

Recent Posts

DPR Perkuat Digitalisasi Pertanian Lewat Revisi UU Pangan Demi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengungkap saat ini DPR bersama Pemerintah…

12 jam yang lalu

Lima Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, PBHI Desak Presiden Hentikan Program dan Bentuk Tim Investigasi Independen

MONITOR, Jakarta – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak Presiden menghentikan…

13 jam yang lalu

Waka DPR Cucun: Paket Stimulus Jadi ‘Bantalan’ Bagi Rakyat Rentan dan UMKM, Hingga Mampu Serap Tenaga Kerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyambut baik paket stimulus ekonomi…

15 jam yang lalu

Sebar 110 Ribu Benih Ikan di Kota Cirebon, Rokhmin Dahuri: Perkuat Ekonomi Rakyat, Wujudkan Kedaulatan Pangan

MONITOR, KOTA CIREBON – Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.,…

16 jam yang lalu

Jasa Marga Siaga Operasional, Siap Hadapi Periode Libur Sekolah Juni-Juli 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk siap menyiagakan seluruh lini operasional di jaringan jalan…

19 jam yang lalu

Dari Laut, UMKM Ternate Tumbuh dan Ketahanan Pangan Nasional Diperkuat

MONITOR, Ternate – Potensi kelautan Maluku Utara dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat…

19 jam yang lalu