MONITOR, Los Angeles – Indonesia Trade Promotion Center Los Angeles (ITPC LA) semakin gencar melakukan promosi produk ke berbagai platform e-dagang (e-commerce) di pasar Amerika Serikat (AS). Inkubator produk artisan binaan ITPC LA, Everina yang menghasilkan berbagai macam tas buatan tangan asal Indonesia, berhasil melewati proses kurasi produk dan manajemen usaha sehingga dapat menjual ke salah satu platform e-dagang raksasa dunia, Amazon Handmade.
Peluang ini merupakan hasil upaya ITPC LA, setelah sebelumnya mempertemukan salah satu pendiri Everina dengan Kepala Amazon Handmade North America, pada Minggu (16/12) lalu di LA.
“Hal ini merupakan contoh upaya positif ITPC LA mendorong ‘Akselerasi Perdagangan di Era Ekonomi Digital’ sejalan dengan tema Rapat Kerja Kemendag awal tahun 2018,” ungkap Kepala ITPC LA Antonius A. Budiman.
Merek Everina menghadirkan berbagai produk tas selempang berbahan rotan, tas jinjing berbahan lamun (sejenis rumput laut), dan tas tenun ikat. Produk-produk tersebut merupakan produk buatan tangan yang dibuat oleh para pengrajin wanita di Nusa Tenggara Timur dan Bali.
Amazon Handmade merupakan bagian dari platform e-dagang raksasa dunia, Amazon, yang mengkhususkan pada penjualan produk buatan tangan. Beberapa tahun terakhir, konsumen AS sangat tertarik dengan produk buatan tangan karena memiliki keunikan tersendiri.
Untuk dapat menjadi pemasok dan menjual produk di Amazon Handmade, para kurator harus memperhatikan desain dan kualitas produknya. Selain itu, pemasok harus berkontribusi terhadap kesejahteraan para pengrajinnya.
Selain Amazon Handmade, Everina juga telah melewati tahap kurasi produk untuk dapat berjualan di platform e-dagang Etsy, salah satu situs penjualan global yang fokus pada produk artisan yang mengedepankan perdagangan yang adil dan berkelanjutan. Etsy merupakan platform e-dagang yang memiliki jangkauan global dengan 1,9 juta penjual aktif dan menjual lebih dari 45 juta produk.
“Masuknya produk artisan Everina di Amazon Handmade dan Etsy membuka peluang untuk menjangkau konsumen baru secara digital di seluruh pelosok AS dan bahkan dunia. Ini kesempatan besar bagi produk buatan Indonesia untuk go-digital dan menjangkau konsumen secara langsung,” terang Antonius.
MONITOR, Cirebon - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI melalui Subdirektorat Penelitian…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna DPR dengan sejumlah agenda.…
MONITOR, Jakarta - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (IKA PMII UI) prihatin…
MONITOR, Jakarta – Delapan puluh tahun perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) seharusnya menjadi momentum…
MONITOR, Jakarta - Dalam rangka HUT ke-80 Polri yang diperingati setiap tanggal 1 Juli, Anggota…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Bina Haji Khusus dan Umrah meminta…