Mantan Sekertaris Pemenangan Anies Sebut Bawaslu Lebay

MONITOR, Jakarta – Mantan sekertaris pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat Pilkada Jakarta 2017 lalu, Syarif, mengeluarkan pernyataan menggelitik. Anak buah Prabowo Subianto ini mengatakan kalau Bawaslu lebay.

Syarif mengatakan, kalau Bawaslu lebay ketika dirinya membaca pernyataan Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja, di sejumlah media yang menyebut kalau khutbah-khutbah masjid saat pilkada serentak harus diatur agar tidak menimbulkan ke keisruhan seperti saat perhelatan Pilkada Jakarta 2017.

"Dia bicara Pilkada Jakarta. Emang tahu apa dia tentang Pilkada Jakarta,"cetus Syarif, kepada MONITOR.

Menurut Syarif, perhelatan Pilkada Jakarta berlangsung damai. Pihak Bawaslu melalui komisioner Bawaslu tidak bisa mengkait-kaitkan persoalan Pilkada Jakarta dengan khutbah-khutbah di masjid yang berkaitan dengan surat Al-Maidah Ayat 51.

- Advertisement -

"Genit, ganjen atau mungkin ada "pesanan". Mudah2an sih cuma genit aja," sindir Syarif.

Sekedar diketahui, seperti dirilis sejumlah media online,  Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum Rahmat Bagja mengatakan materi khotbah menjelang masa kampanye pilkada serentak 2018 harus diisi dengan sesuatu yang menentramkan. Dia mengaku pihaknya sedang menyusun kerja sama dengan sejumlah pemuka agama terkait dengan penyusunan materi khotbah tersebut.

"Kami sekarang lagi menyusun kerja sama dengan pemuka agama, KWI PGI, agar khotbah-khotbah menjelang pilkada, kampanye, diisi dengan hal-hal menenteramkan," kata Rahmat dalam diskusi Setara Institute di One Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Februari 2018.

Hal yang sama dilakukan dengan menyusun materi untuk salat Jumat. Rahmat beralasan, penyusunan materi khotbah agar mencegah hal yang dialami saat pilkada DKI Jakarta 2017.

Ia menuturkan, selama satu bulan kampanye, banyak khotbah berkaitan dengan Surat Al-Maidah ayat 51. Menurut dia, hal itu sebetulnya boleh saja disampaikan.

"Tapi enggak setiap Jumat didengar. Biarkan pemilihan menjadi urusan pribadi," katanya.

Materi khotbah yang sedang disusun, kata dia, akan berisi hal-hal menyejukkan. Ia menganggap, jika materi khotbah tak menjadi perhatian selama kampanye, akan sangat bermasalah. Sebab itu dia mengajak para pemuka agama untuk bersama-sama menyusun kurikulum materi khotbah yang jauh dari politik, suku, ras, dan agama.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER