Categories: DAERAHJABAR-BANTEN

Kreatif, Calon Bupati Purwakarta Buka Pos Sehat Peringati HGN 2018

MONITOR, Purwakarta – Dalam rangka memeringati Hari Gizi Nasional (HGN), yang jatuh hari ini, Kamis. 25 Januari 2018, calon bupati Purwakarta yang juga berasal dari dunia kesehatan, Padil Karsoma mencanangkan pembentukan Pos Sehat Padil Karsoma yang disingkat PSPK. Pos sehat itu dijalankan bekerjasama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Dian serta Klinik Tasbih. 

PSPK pertama yang dibuka berlokasi di RW 08, Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta. Rencananya, PSPK sejenis juga akan dibuka di sejumlah kecamatan dan desa lain di Purwakarta. PSPK itu sendiri dibuat dalam rangka membantu peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk persoalan gizi rakyat.
 
Dibentuknya PSPK ini mendapat sambutan hangat dari warga. Seperti terlihat di PSPK Sawah Kulon, penduduk setempat mulai dari balita, ibu hamil dan manula, antusias ikut diperiksa dan menjadi peserta pengobatan gratis.

“Alhamdulillah sekarang ada Pos Sehat ini (PSPK-red) jadi Kami tidak kerepotan jika mau berobat,” ujar Komariah, warga Kecamatan Pasawahan di Purwakarta, Kamis (25/1). 

Untuk diketahui, persoalan gizi buruk merupakan masalah setiap orang, bukan hanya masalah pemerintah atau instansi negara saja. Gizi anak sejak dalam kandungan harus menjadi perhatian orangtuanya. Demikian juga sejak dilahirkan dan dirawat hingga besar.
 
Kini masalah gizi tengah jadi sorotan publik, itu lantaran terjadi kasus gizi buruk yang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Asmat, Papua. Tentu saja, hal itu menjadi pengingat bagi kita semua terkait pentingnya memerhatiakan masalah gizi, jangan sampai satu dua keluarga bergizi bagus lainnya kekurangan. 

Secara nasional, sejak awal kemerdekaan, maslah gizi telah menjadi sorotan. Saat itu, masyarakat masih didera kemiskinan, kurang memerhatikan  kondisi kesehatan dan cenderung tidak peduli asupan makanan. Sehingga, kesehatan masyarakat menjadi memprihatinkan dan terbelakang. 

Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo kemudian ditunjuk oleh Menteri Kesehatan saat itu dr. J. Leimena menjadi kepala dari Lembaga Makanan Rakyat (LMR) disebut Institut Voor Volksvoeding (IVV). Lembaga yang merupakan wadah penelitian kesehatan tersebut dibangun dengan tujuan dapat mengatasi permasalahan gizi yang ada di Indonesia.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

2 jam yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

3 jam yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

2 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

2 hari yang lalu