Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Kementan Gelontorkan Dana Rp 5,45 Triliun Bangun Pertanian Sulsel

MONITOR, Makasar – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan sebanyak Rp5,45 triliun bersumber dari anggaran APBN dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dihabiskan untuk membangun pertanian di Sulawesi Selatan.

"Alokasi APBN sebesar Rp4,46 triliun dan DAK pertanian Rp0,99 triliun. Ini telah berjalan dalam bentuk program pertanian sejak tahun 2015 hingga 2018," katanya disela penyerahan sertifikat tanah serentak untuk rakyat di Gedung Tenis Indoor Telkom, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/12).

Menteri Amran mengungkapkan selama dirinya menjabat kurang lebih tiga tahun sebagai Menteri Pertanian dalam Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, alokasi anggaran dalam bentuk program pembangunan sektor pertanian di Sulsel sebesar Rp5 triliun lebih.

Menurut Mentan Amran, program-program tersebut telah direalisasikan diantaranya untuk mekanisasi berupa 9.595 unit traktor roda 2, sebanyak 1.045 unit traktor roda 4, termasuk 6.502 unit pompa air, dan 13 unit exavator.

Selanjutnya, sebanyak 2.068 rice transplanter, serta ratusan combine harvester, cuktivator, dryer dan lainnya. Kemudian Rehabilitasi irigasi 350 ribu hektare di 2015, optimalisasi lahan 103 ribu hektare, serta pengembangan ratusan ribu hektare padi jagung dan kedelai.

Salah satu program pembangunan paling besar yakni pembangunan Bendungan Pamakkulu di Kabupaten Takalar, Sulsel. Dalam program tersebut telah digelontorkan anggaran sebesar Rp1,7 triliun.

Program pembangunan bendungan ini ditargetkan selesai pada tahun 2022. Mengingat proyek ini merupakan bendungan pertama di Indonesia yang melakukan kontrak kerja pembangunan bendungan dibandingkan dengan daerah lain.

Pada tahap pertama pengerjaan pembangunan dengan melakukan pembebasan lahan seluas 640 hektare selanjutnya pada tahap kedua yaitu pembangunan fisik jembatan.

Kementan berharap bendungan ini akan menjadi bagian dari pembangunan pertanian di Sulsel serta sebagai daerah lumbung pangan di Indonesia dengan ketersediaan stok pangan.

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

20 jam yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

22 jam yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

2 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

2 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

2 hari yang lalu