Categories: HUMANIORAPENDIDIKAN

Cerita KPAI, Robohnya Gedung SMPN 32 Jakarta

MONITOR Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah meninjau lokasi gedung aula di halaman SMPN 32 Jakarta, yang roboh beberapa hari lalu. Adapun kondisinya gedung kelas di sekelilingnya, dinilai masih layak dan aman untuk para siswa belajar ke depannya. 

Saat pengawasan, KPAI yang diwakili Retno Listyarti dan Susianah Affandy diterima oleh manajemen SMPN 32 Jakarta, yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah, Kepala Tata Usaha dan beberapa staf. 

Namun setelah meminta keterangan sekitar 30 menit, kepala sekolah dan kepala TU  berangkat menghadap Inspektorat Pemprov DKI Jakarta. Wakasek yang kemudian mendampingi KPAI berkeliling sekolah. 

Dari pengawasan tersebut, diperoleh keterangan bahwa bangunan yang roboh selama ini tetap di pergunakan sebagai Aula dan tempat sholat bagi warga sekolah, bahkan sekitar pukul 11.00 wib pada hari kejadian robohnya gedung itu, bangunan tersebut masih  dipergunakan sebagai tempat perayaan hari besar agama yang dihadiri seluruh siswa.  

Bangunan tersebut kemudian roboh 3 jam setelah anak-anak bubar dari kegiatan itu. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya jika roboh pada saat banyak siswa di dalamnya. 

Bangunan yang roboh berada di halaman depan SMPN 32 Jakarta, menurut keterangan pihak sekolah diperkirakan bangunan berbentuk arsitektur Tiongkok itu dibangun pada tahun 1816 dan dipergunakan pada tahun 1818. Kondisi bangunan sebelum roboh memang sudah miring sehingga di beberapa bagian bangunan di pasang penyangga kayu untuk menahan tembok yang miring tersebut. 

Saat KPAI meninjau lokasi, penyangga kayu tersebut masih ada, terlihat dari luar dibatas police line.KPAI keliling ruang kelas dan juga meninjau lantai dua yang terletak disisi kanan bangunan yang roboh. Bangunan berlantai dua ini adalah deretan ruang-ruang kelas, perpustakaan, ruang konsultasi BK dan labotarium. 

Di dalam labotarium, KPAI juga menemukan 3 lemari kuno dari kayu jati yang sudah berusia sangat tua. Lemari-lemari kaca tersebut saat ini dipergunakan sebagai tempat menyimpan bahan-bahan kimia. 

Dari hasil pantauan langsung ke kelas-kelas, maka KPAI menilai bahwa ada 4 ruang kelas yang tidak memenuhi standar minimum sarana prasarana dari standar nasional pendidikan (SNP), kelas tersebut sangat sempit, Meja siswa mencapai pintu kelas (sehingga pintu kelas tidak bisa ditutup rapat) dan meja guru hampir berhimpitan dengan whiteboard kelas.  

Jumlah toilet juga tidak sebanding dengan jumlah siswa, ruang toilet pun kurang layak, sempit dan gelap. Bahkan ada ruang kelas dibawah persis berada satu halaman dengan gedung yang roboh yang tidak mungkin digunakan lagi pasca robohnya gedung aula di sampingnya. Pihak sekolah berencana semester depan akan memindahkan ruang belajar tersebut ke ruang labotarium di lantai dua. 

Di lantai dua, KPAI juga menemukan sambungan tangga dengan selasar dilantai dua yang riskan mencelakakann anak-anak karena ada potongan sambungan yang sempit, yang jika tidak hati-hati melangkah, maka akan berpotensi  membuat siswa terpeleset dan kemudian jatuh ke arah anak tangga. 

Menurut informasi, bangunan berlantai dua tersebut dibangun pada tahun 1880, lebih muda sekitar 64 tahun dari bangunan yang roboh tersebut. Dari lantai dua tersebut, KPAI dapat menyaksikan sisa-sisa reruntuhan gedung, termasuk serpihan batu bata besar-besar (yang ukurannya lebih tipis tetapi lebih lebar dari batu bata yang umum digunakan pada bangunan di masa sekarang). Bata bata itu masih berserakan di selesar kelas. 

Tim KPAI juga menyaksikan pohon-pohon yang tumbang akibat reruntuhan bangunan yang roboh tersebut. Dari lantai dua, kami juga dapat menyaksikan sisa-sisa keindahan bangunan yang setengahnya masih berdiri, hanya bagian atas bangunan yang roboh. Bahkan sebagian kayu-kayu ukir pun masih terlihat indah dan kokoh berdiri.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

18 jam yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

19 jam yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

3 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

3 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

3 hari yang lalu