Pengnas RAPI Salurkan 100 Paket Alat Tulis Bantu Siswa Korban Bencana

MONITOR, Kulonprogo – Pengurus Nasional Radio Antar Penduduk Indonesia (Pengnas RAPI) menggelar aksi sosial dengan memberikan bantuan berupa 100 paket alat tulis untuk anak didik sekolah korban banjir dan tanah longsor di dua Kecamatan, Panjatan dan Girimulyo, Kabupaten Kuloprogo, Yogyakarta.

Serah terima bantuan Pengnas RAPI dilaksanakan di Balai Desa Panjatan Kecamatan Panjatan, Kulonprogo. Bantuan juga diterima langsung oleh anak-anak sekolah di kitaran dua kecamatan Panjatan dan Girimulyo serta disaksikan oleh aparat desa setempat. 

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang besar kepada desa kami. Semoga bantuan ini dapat membantu proses belajar dan mengajar di desa kami ," ucap Arinto perwakilan korban longsor dan banjir Kulonprogo. 

Menurut Ketua Umum Pengnas RAPI, Agus Sulistiyono, kegiatan ini merupakan rangkaian dari 'Bakti Sosial Kepedulian RAPI' terhadap bencana yang sedang melanda beberapa wilayah Indonesia, terutama bencana akibat cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta. 

"Kegiatan ini merupakan komitmen RAPI dengan penuh kesadaran yang tumbuh dari rasa sosial dan solidaritas pada anak-anak bangsa yang sedang tertimpa bencana," kata Agus Sulistiyon0 pada MONITOR di Yogyakarta, Selasa (19/12). 

Agus Sulistiyono yang juga Politisi dan Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menjelaskan salah satu program dari pengabdian masyarakat RAPI itu yaitu konsen terhadap masalah bencana dan beasiswa.

"Karena ada kejadian ini, kita inisiative bikin RAPI peduli bencana banjir dan longsor. Lalu kita kumpulkan dana untuk donasi dan pengumpulan barang. Kita laksanakan di dua kecamatan, Panjatan dan Girimulyo,” ucap Agus.

Lebih lanjut Agus menilai, jika penanggulangan bencana di Yogyakarta, sudah terbilang bagus. Namun dengan kondisi cuaca esktrem saat ini, pemerintah daerah harus lebih konsen terhadap penanganan daerah-daerah rawan bencana.

“Dari sisi koordinatif penanggulangan bencana, termasuk Kulonprogo sudah bagus. Namun hal yang paling dihawatirkan, ketika musim hujan ini. Hawatir banjir datang lagi dan longsor. Oleh karena itu, Pemda setempat harus bisa mengidentifikasi daerah-daerah rawan bencana,” pungkasnya.
 

Recent Posts

Sinergi Industri–Kampus, PT TKG dan UMC Perkuat Kapasitas Ormawa Cetak Generasi Unggul

MONITOR, Cirebon - PT TKG, perusahaan manufaktur sepatu mitra Nike asal Korea, berkolaborasi dengan Universitas…

7 jam yang lalu

Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Perkakas Tangan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat potensi dan daya saing industri kecil dan menengah…

8 jam yang lalu

Kementerian UMKM Apresiasi Cara UKB Bandar Lampung Siasati Biaya Kemasan

MONITOR, Lampung – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi peran Unit Kemasan Bersama (UKB)…

1 hari yang lalu

Personel RI yang Tewas di Lebanon Bertambah, DPR Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan Perdamaian

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka…

1 hari yang lalu

Debt Collector Tipu Ambulans-Damkar untuk Tagih Utang, Legislator: Pidanakan karena Bahayakan Nyawa Orang!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti praktik penagihan utang oleh pihak…

1 hari yang lalu

Siswa di DIY Dikeroyok Hingga Tewas, Komisi III DPR Dorong APH Petakan Kelompok Berisiko

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti insiden tewasnya seorang pelajar…

1 hari yang lalu