Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Kemensos Kirim Ratusan Tagana Bantu Korban Gempa

MONITOR,  Pamekasan – Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerjunkan ratusan petugas taruna siaga bencana (Tagana), guna menyisir dan mengevakuasi korban akibat bencana gempa bumi di Jawa Barat, Jumat lalu (15/12)

"Tagana yang dikerahkan berasal dari Kabupaten Tasik, Kota Tasik, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Banjar. Total ada lebih dari 234 personel," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di sela-sela kunjungan kerjanya di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, seperti yang dilansir MONITOR dari siaran radio swasta nasional, Minggu malam (17/12).

Kementerian Sosial juga menerjunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial untuk memberikan "trauma healing" kepada para pengungsi, utamanya kelompok rentan yaitu lansia, ibu hamil, difabel, dan anak-anak.

Menurut Khofifah, Kemensos juga telah mendistribusikan bantuan logistik total Rp 893 juta, kebutuhan permakanan dan tenda kepada warga yang membutuhkan melalui posko yang di koordinir oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Kota setempat.

"Logistik yang dikirim berupa lauk pauk, `kid ware, food ware, family kits`, tenda serba guna, matras, selimut dan tenda gulung," jelasnya.

Pemerintah pusat, menurut Khofifah juga telah menginstruksikan kepada kepala daerah setempat untuk segera mengeluarkan Surat Keterangan Darurat agar kebutuhan logistik segera disebarkan.

"Sekarang yang saya mohon adalah SK Darurat dari bupati, wali kota yang di daerahnya terdampak bencana alam mohon dengan sangat untuk segerakan mengeluarkan SK Darurat. Karena dengan SK Darurat maka kebutuhan logistik terutama cadangan beras pemerintah itu bisa segera di-deploy," pungkasnya.

Dengan SK Darurat Bupati Wali Kota, kebutuhan logistik berupa beras dapat dikeluarkan 100 ton. Jika beras tersebut sudah habis, maka dengan SK Darurat Gubernur, dapat dikeluarkan 200 ton beras.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat mengatakan Hasil identifikasi yang berhasil dihimpun pascagempa bumi di Jawa Barat sampai dengan tanggal 16 Desember, pukul 24.00 WIB sebanyak 13 orang mengalami luka ringan, 4 orang mengalami luka berat dan 1 orang meninggal dunia atas nama Dede Lutfi, warga Desa Gunungsari RT 04/02 Kecamatan Sadanaya, Kabupaten Ciamis.

"Di lapangan, tim telah mengidentifikasi kondisi rumah warga yang rusak akibat bencana. Hasilnya ditemukan sebanyak 1.897 rumah dalam kondisi rusak ringan, 245 rumah dalam kondisi rusak sedang, sementara sebanyak 336 rumah teridentifikasi rusak berat," tambahnya.

Sementara, untuk meringankan beban para korban, Kemensos telah membuka sejumlah dapur umum lapangan (dumlap). Satu dumlap mampu menyediakan hingga 1.000 porsi makanan.

"Pembentukan dapur umum ini sangat penting guna menjaga kebutuhan dan suplai makanan pengungsi," imbuh Harry.

Recent Posts

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

22 menit yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi UMKM Aceh Bangkit Pascabencana

MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…

5 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

20 jam yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

21 jam yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

21 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

23 jam yang lalu