MONITOR, Istanbul – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Minggu (17/12) bahwa pihaknya akan membuka kedutaan besar di Yerusalem Timur. Keputusan tersebut ia utarakan beberapa hari setelah dirinya memimpin Konfrensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT-LB) Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dimana pemimpin negara yang hadir, termasuk Presiden RI Joko Widodo mendesak dunia agar mengakui kawasan tersebut sebagai ibu kota Palestina.
Dilansir Reuters, perkataan Erdogan tersebut tidak disertai rincian bagaiaman cara Turki membuka kedutaan besar di Yerusalem Timur, pasalnya seluruh Yerusalem kini tengah dalam pendudukan Israel.
"Insya Allah, hari peresmian sudah dekat, dengan izin Tuhan kita akan membuka kedutaan kita di sana," kata Erdogan saat berpidato kepada anggota Partai AK-nya di provinsi Karaman. Ia bahkan juga benyebut di Yerusalem telah diwakili oleh seorang duta besar.
Yerusalem adalah kota suci untuk tiga agama, yakni Yahudi, Kristen dan Islam. Kota tersebut telah menjadi inti dari konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan.
Dunia kembali bereaksi terkait status kota tersebut setelah Presiden AS, Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Penolakan demi penolakan pun muncul dari berbagai negara termasuk Indonesia.
LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…
MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…
MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…
MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…
MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…