Categories: BISNISEKONOMI

Bicara Efisiensi, Indonesia Pertahankan Strategi Perdagangan Multilateral

MONITOR Buenos Aires –Perjanjian fasilitasi perdagangan dalam konteks perdagangan multilateral yang adil, transparan dan sesuai aturan dinilai masih sejalan dengan agenda ekonomi utama Presiden Joko Widodo untuk menjalankan ekonomi dengan cara yang lebih efisien. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai pembicara dalam Forum Bisnis Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Kirsch Cultural Center, Buenos Aires, Argentina, Selasa (12/12).

“Salah satu kebijakan Indonesia yang ditempuh dalam hal efisiensi adalah meluncurkan rangkaian paket deregulasi untuk mengurangi lama waktu yang diperlukan untuk memproses suatu perizinan. Selain itu, kebijakan lainnya adalah memperbaiki transparansi dan infrastruktur,” kata Mendag Enggar saat menyampaikan paparan. 

Prosedur peningkatan efisiensi dapat dibagi menjadi dua pilar utama, yaitu perbaikan prosedur kepabeanan dan penyempurnaan standar pelabuhan. Ini menjelaskan kenapa Indonesia memberikan banyak perhatian terhadap infrastuktur pelabuhan.

“Perjanjian fasilitasi perdagangan sejalan dengan agenda Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekonomi, sekaligus semakin membuka peluang perdagangan dalam negeri maupun luar negeri,” kata Mendag.

Sementara itu, fasilitasi investasi akan bermanfaat dalam konteks multilateral. Namun perlu disadari bahwa banyak tantangan yang akan dihadapi untuk mencapai sebuah kesepakatan fasilitasi investasi. Misalnya saja isu-isu sensitif yang ada serta isu perlindungan investasi, penyelesaian sengketa investor-negara (Investor-State Dispute Settlement/ISDS), akses pasar, dan pencegahan perselisihan yang harus diperbaiki lebih dahulu.

“Untuk mendukung investasi, anggota WTO perlu sama-sama melihat masalah hak investor dan hak-hak pemerintah dan mempertimbangkannya dengan saksama,” tandas Mendag Enggar.

Mendag Enggar menghadiri sesi forum bisnis dengan tema Progress in Trade Facilitation and New Opportunities in Investment Facilitation. Forum bisnis WTO menghadirkan perwakilan pemerintah, swasta, serta lembaga dalam diskusi-diskusi ekonomi. Bersama Mendag Enggar, hadir pembicara antara lain Menteri Industri, Perdagangan Luar Negeri dan Jasa Brasil Marcos Pereira; Sekretaris Jenderal UNCTAD Mukhisa Kituyi; Regional Manager Latin America Ethiopian Airlines Girum Abebe; dan Sekretaris Jenderal International Chamber of Commerce John Danilovich.

Perlu ditambahkan bahwa mulai tanggal 5 Desember 2017, WTO mencatat Indonesia secara penuh telah sepenuhnya meratifikasi Trade Facilitation Agreement (TFA). TFA secara resmi telah menjadi undang-undang persetujuan Marrakesh yaitu UU No. 17 Tahun 2017 per tanggal 22 November 2017.

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

9 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

9 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

15 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

2 hari yang lalu