MONITOR, Jakarta – Sehubungan masih adanya pelecehan di KRL Commuter Line Jabodetabek, Komnas Perempuan menilai perlu adanya penambahan gerbong khusus perempuan.
Tidak hanya itu, perlunya membangun kesatuan pemahaman masyarakat juga diperlukan untuk menolak sikap melecehkan.
Menurut Wakil Ketua Komisi Nasional Anti kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Budi Wahyuni, mengenai penambahan gerbong lebih karena menjawab persoalan praktis belum yang strategis.
"Jadi artinya memang gerbong itu dibutuhkan, praktisnya ditambahlah di jam-jam yang padat," tuturnya kepada Elshinta.
Tapi pada dasarnya, lebih lanjut ia menambahkan, perlu adanya edukasi terhadap semua pihak dan semua level di masyarakat karena tidak boleh lagi mentolerir hal-hal semacam itu.
"Edukasinya itu juga termasuk bagaimana mengajak masyarakat yang menyaksikan, mengalami, untuk membongkar kasus-kasus seperti ini," paparnya.
Tentunya, ungkapnya lebih lanjut, saat korban atau orang yang menyaksikan hal tersebut ingin melaporkan tentunya juga harus dibarengi dengan bagaimana PT KAI menempatkan atau memperbanyak pos aduan tersebut.
"Di mana PT KAI harus menempatkan pos aduan yang dilengkapi dengan aparat dan petugas yang lebih sensitif," paparnya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi pertumbuhan wirausaha industri baru melalui pengembangan…
MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, melantik pejabat pimpinan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kasus dugaan penganiayaan anak oleh pengelola…
MONITOR, Ciputat – Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 di Kota Tangerang Selatan dimaknai sebagai momentum…
MONITOR, Jakarta – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi memasuki hari kelima operasional. Kementerian Haji dan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional melalui…