Categories: EKONOMIINDUSTRI

Jika Lebih Baik dari Jakarta, Kadin Dukung Pemindahan Ibukota Negara

MONITOR, Batam – Kamar Dagang dan Industri Indonesia siap mendukung rencana pemindahan ibu kota RI dari Jakarta ke daerah lain, bila itu menjadi ketetapan pemerintah.

"Kelak kalau sudah menjadi keputusan pindah, kami akan dukung. Kami serahkan pada pemerintah," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani di Batam, Kepulauan Riau seperti dikutip MONITOR dari siaran radio swasta nasional di Jakarta, Kamis pagi (14/12)

Kadin Indonesia meyakini perintah sudah melakukan kajian yang panjang dan mendalam mengenai pemindahan ibu kota. Terkait pemindahan ibu kota negara, banyak negara di dunia juga yang memisahkan antara ibu kota dengan pusat bisnis, sehingga semestinya tidak menjadi masalah bagi dunia usaha.

"Karena sudah dikaji sudah dihitung pro dan kontranya. Kalau sudah keputusan, kami mendukung," ujar Rosan.

Apalagi bila tempat yang ditunjuk pemerintah lebih baik ketimbang Jakarta. Bagi Kadin Indonesia, yang penting adalah lokasi itu memiliki kapasitas yang dapat memudahkan dunia usaha.

"Kalau itu tempat yang lebih baik mengedepankan efesiensi dunia usaha dan komunikasi lebih baik," katanya. Kadin menyerahkan keputusan pemindahan ibu kota kepada pemerintah seutuhnya.

Sementara itu, Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia mengagendakan pembahasan tentang pembangunan daerah dan Sumber Daya Manusia untuk menyusun program kerja Kadin 2018.

Rosan menyatakan Kadin sengaja mengambil tema Membangun Daerah dengan Meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk Memajukan Perekonomian Indonesia yang Berkeadilan.

"Kami melihat pertumbuhan ekonomi itu akan tumbuh berkualitas jika manusianya juga berkualitas. Kami juga melihat pertumbuhan tidak hanya terpusat di Jawa saja, tetapi harus Indonesia centris," tegasnya.

Kadin mencoba untuk menyelaraskan pertumbuhan secara berimbang. Ketimpangan ekonomi dinilai masih mewarnai perekonomian nasional dan daerah. Secara nasional indeks Gini rasio tahun 2016 dan 2017 masih berkisar pada 0,40 hingga 0,41 dan di daerah berkisar 0,33 hingga 0,41.

Sementara itu, dalam kurun waktu 2016-2017, perkembangan ekonomi Indonesia masih dalam tren positif dan stabil. Secara umun pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik, namun capaian pertumbuhan yabg berada di kisaran 5 persen itu tidak mampu menyerap kebutuhan angkatan kerja baru yang setiap tahunnya mencapai 2 juta orang.

Pendidikan vokasi, ekonomi digital ketenagakerjaan akan menjadi fokus perhatian Kadin.

"Kami akan terus mendorong pelaksanaan program pendidikan vokasi agar angkatan kerja yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan industri dan menjadi tenaga kerja siap pakaim Kami berkomitmen penuh dengan ini," pungkasnya.

 

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

11 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

11 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

17 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

3 hari yang lalu