Categories: HUMANIORASOSIAL

Era Literasi Digital, KPI Ajak Generasi Milenial Lebih Kreatif dan Mandiri Finansial

MONITOR, Jakarta – Di tengah pertumbuhan teknologi internet dan perkembangan sosial media yang massif di Indonesia, mengkampanyekan literasi digital menjadi hal yang penting terutama untuk mendorong transformasi digital menjadi industri kreatif.

Pernyataan tersebut disampaikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Ubaedillah Sadewa, saat menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema "Literasi Digital untuk Masa Depan Generasi Milenial' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa malam (12/12).

"Sekarang ini, generasi muda harus didorong untuk kreatif dan produktif di media sosial," ungkapnya.

Saat ini, teknologi internet dan media sosial memiliki peran signifikan. Ironisnya, masih banyak hoax dan konten-konten yang negatif. Disini pentingnya literasi digital untuk menyehatkan komunikasi antar warga di media sosial.

Oleh karenanya, Generasi milenial diharapkan melahirkan kreator yang mampu menginspirasi Indonesia dan dunia. Barisan generasi muda bisa tumbuh dalam suasana media digital yang kondusif, jauh dari kebencian.

"Perdebatan dan sengketa di ruang digital, tidak menarik bagi anak muda," terang Sadewa.

Apalagi Pemerintah saat ini, terlihat sangat serius mendorong transformasi digital yang digerakkan generasi milenial menjadi industri kreatif.

Untuk itu, menurut Sadewa, literasi digital bisa menjadi isu bersama guna mendorong generasi muda lebih kreatif dan produktif terutama bagaimana internet dan media sosial bisa dimanfaatkan untuk mencapai kemandirian ekonomi bagi generasi milenial.

"Mereka tertantang dengan kreativitas, dan kompetisi ide yang mendorong eksistensi dan kemandirian finansial," jelas Sadewa.
 
Diskusi tersebut merupakan kerjasama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Selain dihadiri Komisioner KPI Ubaidillah Sadewa, juga diskusi juga diisi oleh para pakar dan praktisi digital. Di antaranya, Alois Wisnuhardana (Kantor Staf Presiden/KSP Bidang Informasi), Hasan Chabibie (Pustekkom Kemdikbud), dan Hamzah Sahal (RMI PBNU).

Pada akhir diskusi dicapai kesepakatan sinergi antarpihak, dari KSP, Pustekkom Kemdikbud, KPI, dan RMI-PBNU untuk bersama mengkampanyekan literasi di ranah digital. Serta, dorongan bersama untuk memasukkan Literasi Digital dalam kurikulum pendidikan nasional.

 

Recent Posts

Opera Batak Bangkit Kembali, ‘Tona Sian Huta’ Perkuat Pariwisata dan UMKM Danau Toba

MONITOR, Tapanuli Utara – Setelah puluhan tahun nyaris tenggelam dari panggung budaya, Opera Batak kembali…

21 menit yang lalu

Febrie Adriansyah Tersangka, IPW minta Jaksa Agung Mundur atau Diberhentikan Presiden

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana…

2 jam yang lalu

Ketua Umum DPP FKDT Usulkan Insentif Guru Madrasah Diniyah kepada Menteri Agama

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) Lukman…

3 jam yang lalu

MenPPPA: Gerakan Ruang Aman Anak Perkuat Sinergi Perlindungan Anak Nasional

MONITOR, Depok - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menegaskan Gerakan Nasional…

16 jam yang lalu

Menhaj Bawa Salam Presiden Prabowo untuk Keluarga dr. Fitri, Negara Hormati Pengabdiannya Hingga Akhir Hayat

MONITOR, Baubau - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengunjungi kediaman keluarga…

16 jam yang lalu

Kemenag Siapkan Lima Pilar Pesantren Ramah Anak, Perketat Tata Kelola dan Pengaduan

MONITOR, Depok - Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren dan madrasah…

19 jam yang lalu