MONITOR, Jakarta – Proses investigasi Dewan Etik Mahkamah Konstistusi (MK) terhadap Arief Hidayat yang baru terpilih kembali menjadi Hakim MK atas pelaporan dugaan permainan politik dirinya dengan komisi III DPR mendapat atensi dan perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KPK melalui juru bicaranya, Febri Diansyah, menegaskan sejauh ini pihak KPK telah mengikuti perkembangan pemilihan calon hakim MK di DPR. Termasuk isu adanya lobi-lobi politik yang dilakukan Arief kepada anggota parleman dan partai politik.
KPK juga memantau perkembangan dari dewan etik MK yang sedang melakukan penelusuran mengenai dugaan pelanggaran kode etik Hakim MK yang dituduhkan kepadanya.
"Kita tunggu proses di dewan etik tersebut karena proses di dewan etik penting untuk menjaga marwah dari institusi MK," ujar Febri Diansyah seperti yang dikutip MONITOR dari saluran radio swasta nasional di Jakarta, Kamis malam (7/12).
Febri lebih lanjut mengingatkan bahwa KPK tidak segan-segan melakukan penyelidikan terhadap Arief dan anggota DPR jika pertemuan tersebut terindikasi adanya tindak pidana korupsi.
Tentang proses hukum ini, KPK mengingatkan pernah terjadi pada mantan Hakim MK yakni Patrialis Akbar dan mantan Ketua MK Akil Mochtar karena terbukti terlibat tindak pidana korupsi dengan bukti operasi tangkap tangan (OTT) suap.
"Saya kira kita harus jaga bersama-sama marwah institusi penegak hukum tersebut, dan itu lebih pada domain dewan etik saat ini," pungkas Febri yang juga mantan aktivis anti korupsi ini.
MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah tegas Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT),…
MONITOR, Tangerang - Mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar Pengabdian kepada…
MONITOR, Yogyakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti turut mengawal kasus…
MONITOR, Serang — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi salah satu faktor…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah terus berupaya memberikan akses pasar yang berkelanjutan kepada pelaku industri dalam negeri,…
MONITOR, Jakarta - Di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memicu krisis pangan, kemandirian nasional…