Categories: NASIONAL

Komisi IV: Resolusi Kelapa Sawit Uni Eropa, Pengkhianatan Terhadap Bangsa Indonesia

MONITOR, Jakarta – Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menilai ratifikasi resolusi kelapa sawit oleh Parlemen Eropa telah mengkhianati bangsa Indonesia. Hal tersebut diungkapkannya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR dengan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, dan BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) di ruang rapat Komisi IV, Senayan, Jakarta (06/12).
 
“Saya melihat resolusi kelapa sawit oleh Uni Eropa dengan kampanye hitam anti kelapa sawitnya itu sebagai sebuah pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia. Seperti sahabat yang ditelikung dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Bagaimana tidak, Indonesia merupakan mitra, sahabat dalam berbagai kerja sama bilateral dan unilateral sejak awal Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri. Namun tiba-tiba (sebenarnya sudah ada sejak bulan April) muncul isu kampanye hitam terhadap kelapa sawit yang jelas-jelas Indonesia sebagai salah satu pengeskpor kelapa sawit terbesar di Eropa. Kondisi ini tentu sangat merugikan Indonesia yang di dalamnya banyak petani kecil,” ujar Edhy.
 
Resolusi atau Kampanye hitam sawit yang dinamai Palm Oilo dan Deforestation on the Rainforests (Kelapa sawit dan Deforestasi Hutan Hujan) oleh Uni Eropa ini menuding bahwa pengembangan industri kelapa sawit menjadi penyebab utama deforestasi dan perubahan cuaca. Padahal deforestasi bukan hanya disebabkan oleh pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
 
Dilanjutkan Politisi dari Fraksi Partai Gerinda ini, ia lebih meyakini bahwa resolusi berupa kampanye hitam atas kelapa sawit itu semata karena persaingan bisnis dengan tujuan agar minyak sawit tidak dimasukan sebagai bahan baku program biodisesel pada 2020 mendatang. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip dagang yang dianut Uni Eropa selama ini, yakni fair trade (perdagangan yang adil).
 
Atas dasar itulah Komisi IV kemudian melakukan kunjungan ke Parlemen Uni Eropa yang tak lain untuk menyelesaikan kesalahpahaman itu.
 
“Saya dan delegasi DPR RI yang berjumlah 16 orang didampingi oleh Wakil Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan datang ke Belgia dan bertemu Committee on Agriculture dan Rural Development Parlemen Eropa dan Directore General of Agricultural and riural development (DG AGRI) European Community di Brussel. Saat itu saya mempertanyakan persoalan resolusi sawit yang diajukan Parlemen Eropa. Saya jelaskan betapa pentingnya perkebunan dan industri kelapa sawit dalam membangkitkan ekonomi petani kecil,” papar Edhy.
 
Saat itu, tambahnya,  banyak yang tidak tahu bahwa 41 persen perkebunan sawit dikelola oleh petani kecil, sehingga kalau resolusi tersebut diterapkan akan mengganggu kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan kata lain budidaya sawit merupakan sumber pendapatan jutaan petani dan keluarga petani Indonesia. Sehingga mengganggu sistem yang sudah berjalan dengan baik ini sama dengan mengganggu harkat hidup jutaan orang Indonesia.
 
“Meski demikian, secara internal saya juga berharap agar pemerintah dan para petani terus memperbaiki diri dan menghilangkan kasus pengerusakan hutan (kebakaran hutan) seperti yang dituduhkan oleh Parlemen Uni Eropa, meskipun hal itu jumlahnya sangat kecil dibanding keseluruhan hutan sawit yang ada,” pungkasnya.

Recent Posts

Menaker Tugaskan Pengawas Kawal Kesepakatan Kecelakaan Kerja di Cikarang

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menugaskan pengawas ketenagakerjaan berkoordinasi dan mengawal pelaksanaan kesepakatan…

9 jam yang lalu

Kapolda Banten Ajak Ulama dan Santri Perkuat Sinergi Jaga Kedamaian

MONITOR, Lebak – Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., mengajak kalangan ulama,…

9 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

20 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

20 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

2 hari yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu