MONITOR, Washington – Pada akhir perdagangan, Kamis pagi, diketahui harga minyak dunia turun lebih dari dua persen. Diprediksi ini sedikit tertekan adanya peningkatan tajam persediaan bahan bakar minyak (BBM) olahan Amerika Serikat.
Badan Informasi Energi AS (EIA) pun melaporkan, pada Rabu kemarin, bahwa persediaan minyak mentah AS turun 5,6 juta barel pada pekan yang berakhir 1 Desember menjadi 448,1 juta, 7,8 persen di bawah level setahun.
Namun demikian, laporan tersebut menunjukkan bahwa persediaan produk minyak olahan meningkat, dengan bensin naik 6,8 juta barel menjadi 220,9 juta barel, 3,8 persen di bawah tingkat tahun lalu, dan distilat (sulingan) bertambah 1,7 juta barel menjadi 129,4 juta barel, turun 17,4 persen secatat tahun ke tahun.
Sementara itu, para analis mengatakan investor cenderung mengambil keuntungan setelah harga minyak membukukan kenaikan kuat di sesi sebelumnya.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun 1,66 dolar AS menjadi menetap di 55,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, turun 1,64 dolar AS menjadi ditutup pada 61,22 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…
MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…
MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyatakan keprihatinannya atas kasus dugaan pemerkosaan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman meminta DPR menggunakan hak…